Harga Minyak Anjlok, Tertekan Peningkatan Stok AS
HOUSTON, investor.id - Harga minyak anjlok pada Rabu (15/11/2023). Tertekan peningkatan persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang lebih besar dari perkiraan dan rekor produksi di negara produsen terbesar dunia tersebut. Ditambah lagi, meningkatnya kekhawatiran terhadap permintaan di Asia.
Dikutip dari Reuters, Brent berjangka ditutup turun US$ 1,29 (1,6%) pada US$ 81,18 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,60 (2%) menjadi US$ 76,66.
Kontrak bulan depan WTI juga lebih rendah dibandingkan bulan kedua, atau contango, untuk pertama kalinya sejak Juli. Harga minyak enam bulan ke depan juga tampak siap untuk naik di atas kontrak bulan depan.
Stok minyak mentah AS naik 3,6 juta barel pada pekan lalu menjadi 421,9 juta barel, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Angka itu jauh melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 1,8 juta barel.
Data mingguan pemerintah, yang tidak dipublikasikan minggu lalu karena peningkatan sistem, juga menunjukkan produksi minyak mentah AS bertahan pada rekor 13,2 juta barel per hari yang dicapai pada Oktober.
“Aktivitas pasokan AS merupakan hambatan bagi pasar, dan AS merupakan masalah bagi OPEC+,” kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York, seraya menambahkan Arab Saudi tidak dapat memangkas lebih banyak produksi untuk mendongkrak harga.
Pengekspor minyak utama Arab Saudi dan Rusia, bagian dari OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, mengatakan bulan ini bahwa mereka akan melanjutkan pengurangan produksi minyak sukarela tambahan hingga akhir tahun.
Stok bensin AS menunjukkan permintaan yang kuat dengan penurunan mengejutkan sebesar 1,5 juta barel pada minggu lalu. Persediaan solar turun lebih dari yang diperkirakan sebesar 1,4 juta barel.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






