Sabtu, 4 April 2026

OJK: Persaingan Unit Link Makin Ketat, Kuenya Masih Besar

Penulis : Prisma Ardianto
26 Feb 2020 | 15:11 WIB
BAGIKAN
Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko (empat dari (kiri), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Saham (ki-ka) Portofolio Manager Allianz Life Indonesia Andi Rahman Abduljalil, Corporate Communication PT Allianz Life Indonesia Syahnovar Datau, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Indonesia Anita Abdulkadir, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia Edy Tuhirman, Chief Investment Officer PT BNI Life Bedie Roesnady dan VP Finance Operations, Syariah, Treasury, and Corporate Tax PT Prudential Life Assurance Imelda Pusposari, saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/Uthan A Rachim
Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko (empat dari (kiri), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Saham (ki-ka) Portofolio Manager Allianz Life Indonesia Andi Rahman Abduljalil, Corporate Communication PT Allianz Life Indonesia Syahnovar Datau, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Indonesia Anita Abdulkadir, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia Edy Tuhirman, Chief Investment Officer PT BNI Life Bedie Roesnady dan VP Finance Operations, Syariah, Treasury, and Corporate Tax PT Prudential Life Assurance Imelda Pusposari, saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/Uthan A Rachim

JAKARTA, investor.id – Kepercayaan masyarakat terhadap produk unit link di Indonesia masih tinggi. Hal itu disebabkan oleh manfaat dan imbal hasil yang menarik, disamping pengelolaannya yang hati-hati. Itulah sebabnya, pertumbuhan premi unit link dalam dua tahun terakhir mencapai dua digit.

Saat ini, dana kelolaan unit link mencapai Rp 248 triliun dengan pangsa pasar sebesar 55% dari total premi asuransi jiwa. Ke depan, potensi pertumbuhan produk unit link masih sangat besar. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau perusahaan asuransi jiwa untuk meningkatkan kualitas tata kelola produk unit link.

Demikian terungkap dalam acara ”Penganugerahan Unit Link Terbaik 2020” yang digelar Majalah Investor dan PT Infovesta Utama di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

OJK: Persaingan Unit Link Makin Ketat, Kuenya Masih Besar
Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko (lima dari kanan/depan) serta peraih penghargaan Unit Link Terbaik 2020 Majalah Investor (depan, dari kiri ke kanan) Chief Digital Tansformation PT Asuransi Simas Jiwa Yusuf Sutarko, VP Head of Corporate Branding, Marketing & Communications PT Asuransi Jiwa Sequislife Felicia Gunawan, Direktur PT Equity Life Indonesia Irena Yoga, Portofolio Manager Allianz Life Indonesia Andi Rahman Abduljalil, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia Edy Tuhirman, CEO PT AXA Financial Indonesia Niharika Yadav, VP Finance Operations, Syariah, Treasury, and Corporate Tax PT Prudential Life Assurance Imelda Pusposari, Chief Investment Officer PT BNI Life Bedie Roesnady.Barisan belakang (dari kiri ke kanan), Senior Manager Research & Consulting PT Infovesta Utama Praska Putrantyo, Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu, Corporate Communication PT Allianz Life Indonesia Syahnovar Datau, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Investment PT Avrist Assurance M Pandu Siwi, CEO PT Eastspring Investments Indonesia Alan T Darmawan, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, Head of Equity & Alternative Asset PT BNI Life Relix Arnold, GM Investment & Treasury PT BNI Life Hariadi Tjahjono, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Indonesia Anita Abdulkadir dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan foto bersama usai acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristianto Andi Handoko menyebut, eksistensi perusahaan asuransi jiwa sebagai penjual produk unit link sedikit terancam. Sebab industri asuransi umum pun menginginkan ada regulasi yang memperbolehkan menjual produk PAYDI serupa unit link. "Jadi persaingan akan makin ketat, tapi kuenya masih lumayan besar," tambah dia.

Advertisement
OJK: Persaingan Unit Link Makin Ketat, Kuenya Masih Besar
COO Beritasatu Media Holdings Anthony Wonsono memberikan cinderamata kepada Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Menurut Kristianto, bakal banyak produk yang ditawarkan jika nantinya perusahaan asuransi umum diperbolehkan melakukan bisnis itu. Setidaknya ada 80 perusahaan yang berpotensi ikut serta menggarap potensi yang masih terbuka lebar. Dengan begitu, pihaknya yakin prospek produk unit link pada tahun ini akan tumbuh seperti yang diharapkan.

Meski demikian, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait PAYDI yang menjadi dasar aturan menjual produk investasi bagi asuransi umum masih dalam proses kajian.

OJK, kata dia, beberapa waktu belakangan sedang memperhatikan kesiapan asuransi umum sebagai penyelenggara unit link, terutama persiapan terkait infrastruktur dan sumber daya manusia.

"Infrastrukturnya harus disiapkan, tidak semata-mata mereka punya produk lalu kita approve, kemudian tinggal jual," tandas Kristianto.

Hal senada disampaikan Direktur Infovesta Utama Parto Kawito. Produk-produk unit link memiliki keunggulan kinerja secara historis melalui imbal hasilnya berdasarkan evaluasi hingga akhir 2019. Industri asuransi di Indonesia secara prospek memang masih bertumbuh. Premi unit link masih terus bertumbuh, dengan pangsa pasar mencapai 55% terhadap total premi asuransi jiwa pada 2019.

"Artinya, terdapat peluang besar dan ruang gerak bagi perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk unit link, karena penetrasi masih sekitar 2%," jelas dia.

OJK: Persaingan Unit Link Makin Ketat, Kuenya Masih Besar
Sambutan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menjelaskan, perolehan premi unit link pada 2019 menunjukkan dua catatan besar. Pertama, lebih dari setengah perolehan premi industri disokong produk unit link. Kedua, saat total pertumbuhan premi cenderung stagnan, unit link masih konsisten tumbuh dua digit.

"Ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan minat masyarakat terhadap produk unit link masih tinggi. Saya mengajak setiap perusahaan asuransi jiwa untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Segenap insan asuransi jiwa harus ingat bahwa salah satu fundamental utama bisnis asuransi jiwa adalah kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Kendati demikian, Budi pun mengimbau agar perusahaan asuransi jiwa dengan sungguh-sungguh mengedepankan prinsip kehati-hatian dan berorientasi pada nasabah. Sehingga prospek dan potensi produk unit link bisa terus dipercaya dan diminati masyarakat.

OJK: Persaingan Unit Link Makin Ketat, Kuenya Masih Besar
Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan Kristianto Andi Handoko (empat dari (kiri), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Campuran (ki-ka) Chief Digital Tansformation PT Asuransi Simas Jiwa Yusuf Sutarko, GM Investment & Treasury PT BNI Life Hariadi Tjahjono, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Indonesia Anita Abdulkadir, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, VP Finance Operations, Syariah, Treasury, and Corporate Tax PT Prudential Life Assurance Imelda Pusposari dan Portofolio Manager Allianz Life Indonesia Andi Rahman Abduljalil, saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Sementara itu, Head of Equity & Alternative Asset BNI Life Relix Arnold mengatakan, aspek kehati-hatian mesti diperhatikan. Dengan demikian, segala risiko tentang investasi dapat dikendalikan oleh perusahaan asuransi. "Kita melihat (instrumen investasi) dari fundamentalnya, teknis, dan makroekonominya," ujar dia.

Tantangan Penerapan IFRS

OJK: Persaingan Unit Link Makin Ketat, Kuenya Masih Besar
Welcome speech dan Pemaparan Kinerja Unit Link 2020 oleh Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Sementara itu, News Director Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu menyebutkan, premi unit link masih terus tumbuh. Pada 2019, pertumbuhannya mencapai 13,46%, lebih tinggi dari kenaikan tahun sebelumnya sebesar 10,62%.

Sedangkan premi asuransi jiwa tahun lalu hanya tumbuh 0,58%.

Di industri asuransi jiwa, kata Primus, produk unit link masih dominan. Tahun lalu, pangsanya masih 55,24% dari total premi asuransi jiwa. ”Adapun perbandingan premi unit link dibanding tradisional mencapai 105%,” ujarnya.

OJK: Persaingan Unit Link Makin Ketat, Kuenya Masih Besar
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (empat dari kiri), Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Pendapatan Tetap (ki-ka) Direktur PT Equity Life Indonesia Irena Yoga, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Head of Equity & Alternative Asset PT BNI Life Relix Arnold, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, VP Head of Corporate Branding, Marketing & Communications PT Asuransi Jiwa Sequislife Felicia Gunawan dan CEO PT Eastspring Investments Indonesia Alan T Darmawan, saat acara Investor-Infovesta Unit Link Awards 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Foto: Investor Daily/Uthan A Rachim

Primus menegaskan pula bahwa transparansi dalam penjualan dan pengelolaan unit link masih perlu ditingkatkan. Biaya akuisisi dinilai terlalu tinggi. Selain itu, laporan pengelolaan investasi kurang update.

Dia juga mengungkapkan tantangan penerapan International Financial Reporting Standard (IFRS) 17. Yakni, investasi unit link nanti tidak dibukukan sebagai pendapatan, sehingga aset perusahaan asuransi bisa menicut.

OJK: Persaingan Unit Link Makin Ketat, Kuenya Masih Besar
Senior Manager Research & Consulting PT Infovesta Utama Praska Putrantyo memberi sambutan. Foto: Investor Daily/ Uthan A Rachim

Awalnya, IFRS 17 akan diterapkan pada 2021, namun pelaku industri minta diundur menjadi 2025. (hg)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 11 menit yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 13 menit yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 36 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 51 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia