Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
4 Apr 2026 | 12:49 WIB
JAKARTA, investor.id — Industri asuransi sedang menghadapi sebuah paradoks. Risiko dalam kehidupan ekonomi masyarakat makin luas, mulai dari kecelakaan, gagal bayar, gangguan usaha, hingga bencana alam, namun sebagian besar risiko tersebut justru belum terlindungi oleh asuransi. Pada saat yang sama, perusahaan asuransi menghadapi tantangan pertumbuhan premi yang makin kompetitif serta tekanan profitabilitas akibat ketidakpastian ekonomi global.
Paradoks ini menunjukkan satu kenyataan penting: risiko ada, pasar ada, tetapi model bisnis industri asuransi perlu berubah. Di era ekonomi digital dan risiko yang makin tersebar, penguatan asuransi ritel bukan lagi sekadar pilihan ekspansi bisnis, melainkan kebutuhan strategis untuk memperluas perlindungan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan industri.

