Program MBG Jangkau 61 Juta Orang, Porsi Santri Baru 10%
JAKARTA, investor.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat di 38 provinsi hingga 30 Maret 2026. Meski progresnya masif, pemerintah mengakui penyaluran untuk santri di pondok pesantren masih minim, yakni baru menyentuh angka 10%.
“Progresnya per 30 Maret 2026 sudah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Pria yang akrab disapa Zulhas itu merinci bahwa mayoritas penerima manfaat atau sekitar 80% saat ini masih didominasi oleh siswa di sekolah umum. Namun, rendahnya cakupan di lingkungan pesantren dan madrasah yang baru sebesar 10% menjadi evaluasi utama untuk dilakukan percepatan pendataan.
Pemerintah berkomitmen melakukan akselerasi data bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah guna memastikan pemerataan pemenuhan gizi anak bangsa. Zulhas menekankan bahwa program berskala besar ini memiliki dinamika operasional yang kompleks, sehingga penyempurnaan terus dilakukan secara simultan.
“Ini kita akan percepat. Karena pondok tadi baru 10%. Ini juga soal pendataan, juga kita akan sempurnakan. Termasuk sekolah-sekolah madrasah. Madrasah itu ada tsanawiyah, ada ibtidaiyah, ada aliyah, ada swasta, ada juga yang dari Kementerian Agama,” jelasnya.
Selain kendala data, pemerintah juga menyoroti standarisasi kualitas pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini tercatat ada 2.162 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Namun, sebanyak 1.789 unit di antaranya terpaksa dihentikan sementara (suspend) karena tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
“MBG ini kan program yang sangat besar, ya mendasar, luar biasa, 60 juta, kasih anak-anak kita makan tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Tapi kita terus, pemerintah terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan,” ujar Zulhas.
Langkah tegas ini diambil untuk menjamin bahwa setiap makanan yang sampai ke tangan anak sekolah, santri, dan penerima manfaat lainnya memiliki kualitas gizi yang optimal sesuai mandat program nasional tersebut.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






