Sabtu, 4 April 2026

Program MBG Jangkau 61 Juta Orang, Porsi Santri Baru 10%

Penulis : Erfan Ma’ruf
2 Apr 2026 | 17:24 WIB
BAGIKAN
Seorang petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Rangas, Mamuju, Sulawesi Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Akbar Tado)
Seorang petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Rangas, Mamuju, Sulawesi Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

JAKARTA, investor.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat di 38 provinsi hingga 30 Maret 2026. Meski progresnya masif, pemerintah mengakui penyaluran untuk santri di pondok pesantren masih minim, yakni baru menyentuh angka 10%.

“Progresnya per 30 Maret 2026 sudah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Pria yang akrab disapa Zulhas itu merinci bahwa mayoritas penerima manfaat atau sekitar 80% saat ini masih didominasi oleh siswa di sekolah umum. Namun, rendahnya cakupan di lingkungan pesantren dan madrasah yang baru sebesar 10% menjadi evaluasi utama untuk dilakukan percepatan pendataan.

Advertisement

Pemerintah berkomitmen melakukan akselerasi data bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah guna memastikan pemerataan pemenuhan gizi anak bangsa. Zulhas menekankan bahwa program berskala besar ini memiliki dinamika operasional yang kompleks, sehingga penyempurnaan terus dilakukan secara simultan.

“Ini kita akan percepat. Karena pondok tadi baru 10%. Ini juga soal pendataan, juga kita akan sempurnakan. Termasuk sekolah-sekolah madrasah. Madrasah itu ada tsanawiyah, ada ibtidaiyah, ada aliyah, ada swasta, ada juga yang dari Kementerian Agama,” jelasnya.

Selain kendala data, pemerintah juga menyoroti standarisasi kualitas pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini tercatat ada 2.162 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Namun, sebanyak 1.789 unit di antaranya terpaksa dihentikan sementara (suspend) karena tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

“MBG ini kan program yang sangat besar, ya mendasar, luar biasa, 60 juta, kasih anak-anak kita makan tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Tapi kita terus, pemerintah terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan,” ujar Zulhas.

Langkah tegas ini diambil untuk menjamin bahwa setiap makanan yang sampai ke tangan anak sekolah, santri, dan penerima manfaat lainnya memiliki kualitas gizi yang optimal sesuai mandat program nasional tersebut.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 8 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 34 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 37 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 50 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia