Minggu, 21 Juni 2026

Program MBG Jangkau 61 Juta Orang, Porsi Santri Baru 10%

Penulis : Erfan Ma’ruf
2 Apr 2026 | 17:24 WIB
BAGIKAN
Seorang petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Rangas, Mamuju, Sulawesi Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Akbar Tado)
Seorang petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Rangas, Mamuju, Sulawesi Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

JAKARTA, investor.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat di 38 provinsi hingga 30 Maret 2026. Meski progresnya masif, pemerintah mengakui penyaluran untuk santri di pondok pesantren masih minim, yakni baru menyentuh angka 10%.

“Progresnya per 30 Maret 2026 sudah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Pria yang akrab disapa Zulhas itu merinci bahwa mayoritas penerima manfaat atau sekitar 80% saat ini masih didominasi oleh siswa di sekolah umum. Namun, rendahnya cakupan di lingkungan pesantren dan madrasah yang baru sebesar 10% menjadi evaluasi utama untuk dilakukan percepatan pendataan.

ADVERTISEMENT

Pemerintah berkomitmen melakukan akselerasi data bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah guna memastikan pemerataan pemenuhan gizi anak bangsa. Zulhas menekankan bahwa program berskala besar ini memiliki dinamika operasional yang kompleks, sehingga penyempurnaan terus dilakukan secara simultan.

“Ini kita akan percepat. Karena pondok tadi baru 10%. Ini juga soal pendataan, juga kita akan sempurnakan. Termasuk sekolah-sekolah madrasah. Madrasah itu ada tsanawiyah, ada ibtidaiyah, ada aliyah, ada swasta, ada juga yang dari Kementerian Agama,” jelasnya.

Selain kendala data, pemerintah juga menyoroti standarisasi kualitas pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini tercatat ada 2.162 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Namun, sebanyak 1.789 unit di antaranya terpaksa dihentikan sementara (suspend) karena tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

“MBG ini kan program yang sangat besar, ya mendasar, luar biasa, 60 juta, kasih anak-anak kita makan tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Tapi kita terus, pemerintah terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan,” ujar Zulhas.

Langkah tegas ini diambil untuk menjamin bahwa setiap makanan yang sampai ke tangan anak sekolah, santri, dan penerima manfaat lainnya memiliki kualitas gizi yang optimal sesuai mandat program nasional tersebut.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 29 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia