Bank DKI Layani Pembayaran Gaji Karyawan Baru PAM Jaya
JAKARTA, investor.id – PT Bank DKI memfasilitasi pembukaan rekening dan pembayaran gaji karyawan baru PAM Jaya. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan pertumbuhan dan kemajuan Kota Jakarta melalui dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan bersinergi dan berkolaborasi antar BUMD.
Kerja sama tersebut dilakukan melalui seremoni Penandatanganan Offering Letter 1.097 Pegawai Mitra Swasta PAM Jaya di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEP), Jakarta Timur, Rabu (7/12/2022). Turut hadir dalam seremoni tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy, serta Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin.
Adapun 1.097 karyawan baru tersebut berasal dari mitra strategis PAM Jaya, yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra Jakarta). Perekrutan karyawan ini dilakukan sebelum berakhir kerja sama PAM Jaya dengan Palyja dan Aetra Jakarta dalam transisi pengambilalihan operasional dan distribusi air di DKI Jakarta dari pihak swasta.
Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy mengungkapkan, selain melayani pembayaran gaji karyawan PAM Jaya, Bank DKI siap untuk melayani pembayaran transaksi tagihan pelanggan PAM Jaya. ”Sinergi Bank DKI dan PAM Jaya merupakan salah satu bentuk kolaborasi ekosistem di BUMD, seluruh transaksi BUMD yang ada di DKI Jakarta dapat ditangani oleh Bank DKI,” ujar Fidri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/12/2022).
Bank DKI menyediakan fasilitas pembayaran tagihan air melalui aplikasi JakOne Mobile. Masyarakat dapat memilih fitur pembayaran tagihan PDAM, memilih perusahaan penyedia jasa layanan air untuk kemudian memasukan kode bayar dan melakukan cek tagihan. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pembayaran tagihan air melalui mesin ATM Bank DKI.
Lebih lanjut, Fidri menyampaikan bahwa kerjasama ini dilakukan bukan hanya sebagai bentuk kolaborasi, melainkan juga sebagai upaya membangun ekosistem bisnis yang positif antar BUMD milik Provinsi DKI Jakarta. Melalui kolaborasi ini diharapkan juga akan meningkatkan potensi bisnis antar Perseroan (BUMD) secara lebih maksimal.
“Sebagai financial backbone collaborator, Bank DKI akan terus mengedepankan langkah-langkah inisiatif yang bersifat proaktif dalam mengkolaborasikan potensi-potensi bisnis baik yang melibatkan program-program Pemprov DKI, proyek-proyek Perusahaan BUMD DKI Jakarta, dan Instansi lain, yang keseluruhannya merupakan bagian dari rantai besar bisnis Provinsi DKI Jakartam” jelas dia.
Dia mencontohkan, kerjasama pengembangan PAM Jaya bisa dilakukan melalui skema sindikasi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM). Sebagai bentuk pemenuhan air minum bagi masyarakat, pemerintah telah merencanakan pembangunan beberapa sistem penyediaan air minum (SPAM) dengan total investasi sebesar Rp 23,80 triliun dari periode tahun 2023 sampai 2027 mendatang.
SPAM yang dibangun meliputi area Jatiluhur I (area Cilincing dan Pondok Kopi) dan Karian Serpong (area Semanan) tahap satu pada tahun 2023-2024, Jatiluhur I (area Kanal Banjir Timur) dan Karian Serpong (area Semanan dan Pegadungan) tahap dua pada tahun 2023-2027, serta SPAM internal DKI Jakarta kawasan hulu dan hilir di Buaran III dan Pesanggrahan-Ciliwung pada 2023-2027.
Sementara itu, Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI Herry Djufraini menyampaikan, sebagai salah satu BUMD DKI Jakarta, Bank DKI tidak hanya fokus dalam menumbuhkan kinerja perseroan, melainkan juga menaruh perannya sebagai agen pembangunan, salah satunya melalui sinergi dan kolaborasi antar BUMD.
“Melalui sinergi dan kolaborasi yang telah dibangun bersama BUMD Provinsi DKI Jakarta, Bank DKI siap mensupport berbagai program yang dicanangkan BUMD sehingga memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing masing-masing Perseroan, serta berkontribusi terhadap pembangunan di DKI Jakarta,” ujar Herry.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi menambahkan, berbagai kolaborasi bersama BUMD yang terbentuk merupakan upaya dalam menciptakan ekosistem transaksi, dan bisnis di DKI Jakarta. “Bank DKI terus membangun kolaborasi dengan BUMD, SKPD DKI Jakarta, dan instansi lainnya, dalam rangka mendukung program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk didalamnya ekosistem digitalisasi BUMD, serta ekosistem pembayaran bagi tiap nasabah BUMD DKI Jakarta dan yang berafiliasi dengannya,” jelas Arie.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Tag Terpopuler
Terpopuler

