Sabtu, 4 April 2026

Netanyahu Sebut Pengakuan Palestina ‘Aib’, Puluhan Delegasi Walkout di Sidang PBB

Penulis : Grace El Dora
26 Sep 2025 | 23:14 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers di Yerusalem, Israel, Rabu (21/5/2025). (Foto: Ronen Zvulun/ Pool Photo via AP)
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers di Yerusalem, Israel, Rabu (21/5/2025). (Foto: Ronen Zvulun/ Pool Photo via AP)

NEW YORK, investor.id – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan diplomatik dan aksi walkout massal saat berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (26/9/2025). Meski demikian, Netanyahu bersikeras akan “menyelesaikan pekerjaan” dalam ofensif militernya di Jalur Gaza, meski menuai kecaman luas atas dampak kehancuran yang ditimbulkan.

Pidato Netanyahu disambut sorakan bercampur tepuk tangan di ruang sidang yang setengah kosong. Ia mengarahkan pesannya kepada sandera Israel yang masih ditahan di Gaza, para pejuang Hamas, serta para pemimpin dunia yang dalam beberapa hari terakhir mengumumkan pengakuan terhadap negara Palestina.

Netanyahu menyampaikan pujian khusus kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang beberapa saat setelah pidato itu mengatakan ada kemungkinan tercapai “kesepakatan terkait Gaza”, meski tanpa rincian lebih lanjut. Trump dijadwalkan bertemu Netanyahu pekan depan.

Advertisement

AS tetap menjadi pendukung utama Israel, sementara daftar negara yang mengutuk serangan ke Gaza semakin panjang. Netanyahu menyebut langkah sejumlah negara mengakui Palestina sebagai negara merdeka adalah “memalukan” dan akan “mendorong terorisme terhadap orang Yahudi serta warga tak berdosa di seluruh dunia”.

Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan “sisa-sisa terakhir Hamas bersembunyi di Gaza City”. Israel, menurut dia, harus menuntaskan operasi militernya. Ia menambahkan, meski para pemimpin Barat mungkin menyerah di bawah tekanan, Israel tidak akan mundur.

Sejumlah delegasi memilih meninggalkan ruangan saat Netanyahu naik ke podium. Sang perdana menteri mengklaim pidatonya disiarkan hingga ke perbatasan Gaza, ditujukan untuk para sandera, serta dikendalikan intelijen Israel agar dapat menjangkau ponsel warga Palestina di wilayah tersebut.

“Kami tidak pernah melupakan kalian, bahkan sedetik pun. Rakyat Israel bersama kalian,” sebutnya kepada para sandera.

"Letakkan senjata kalian. Biarkan rakyat saya bebas. Jika tidak, Israel akan memburu kalian," katanya dengan nada memperingatkan kepada anggota Hamas.

Netanyahu juga menyinggung isolasi internasional yang kian nyata, termasuk tuduhan genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional. Bahkan, rute penerbangannya ke New York disebut-sebut menghindari wilayah negara-negara yang berpotensi mengeksekusi surat perintah penangkapan internasional atas dugaan kejahatan perang.

Sementara itu, serangan Israel ke Gaza semakin intensif, memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Sejumlah negara, termasuk Prancis dan Inggris, kini secara resmi mengakui Palestina sebagai negara. Hal ini mendorong Trump memberi peringatan keras.

“Saya tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat. Tidak akan terjadi,” tegas Trump, menolak seruan kelompok sayap kanan dalam pemerintahan koalisi Netanyahu. Sudah cukup, saatnya berhenti sekarang,” imbuhnya.

Trump juga memaparkan rencana perdamaian 21 poin kepada para pemimpin Arab, sementara mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dilaporkan siap mengambil peran penting dalam pengelolaan Gaza pascaperang, meski kantornya enggan berkomentar.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas turut menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB melalui video, setelah visanya dicabut AS bulan lalu.

Dalam pesannya, Abbas menyebut rakyat Palestina di Gaza tengah menghadapi“perang genosida, kehancuran, kelaparan, dan pengungsian. Ia juga menegaskan menolak aksi Hamas pada 7 Oktober 2025 serta menilai Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan Gaza di masa depan.

Pidato Netanyahu di PBB menunjukkan tekadnya untuk melanjutkan perang meski dihadapkan pada tekanan internasional, desakan keluarga sandera, dan peringatan dari sekutu terdekatnya sendiri.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 12 menit yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 13 menit yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 37 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 51 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia