Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 19 Juni 2025
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup terhempas pada Kamis (19/6/2025). Pelemahan tersebut terjadi karena terpukul kabar AS akan terlibat langsung dalam konflik Israel dan Iran.
Rupiah hari ini ditutup terhempas sebesar 93,5 poin (0,57%) ke level Rp 16.406 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,16% menjadi 99,06. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup melemah lagi sebesar 23 poin (0,14%) ke level Rp 16.312,5 per dolar AS pada Rabu (18/6/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pejabat senior AS sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang, Bloomberg melaporkan pada hari Rabu, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Persiapan tersebut menandakan bahwa Washington mungkin memposisikan diri untuk terlibat langsung dalam konflik Israel-Iran, kata laporan itu.
“Meskipun rencana masih belum pasti, beberapa pejabat menunjuk akhir pekan sebagai kemungkinan waktu untuk bertindak,” ungkap Ibrahim, Kamis (19/6/2025).
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu bahwa ia memiliki ‘ide’ tetapi akan memutuskan pada saat-saat terakhir. Ia mengatakan bahwa ia mungkin akan menyerang Iran atau tidak, dan menyatakan bahwa Iran sangat ingin terlibat dalam perundingan.
Laporan Wall Street Journal sebelumnya mengatakan, Trump memberi tahu para pembantu seniornya pada Selasa (17/6/2025) malam bahwa ia telah menyetujui rencana untuk menyerang Iran tetapi menghentikan tindakan tersebut untuk melihat apakah Teheran akan mundur dari ambisi nuklirnya.
Sementara itu, lanjut Ibrahim, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tetap pada 4,25%–4,50% pada hari Rabu, mempertahankan ekspektasi untuk dua kali pemotongan suku bunga seperempat poin akhir tahun ini.
Ketua The Fed Jerome Powell menekankan, inflasi harga barang kemungkinan akan meningkat musim panas ini karena tarif yang baru-baru ini diberlakukan oleh Trump mulai melewati rantai pasokan ke konsumen.
The Fed memproyeksikan laju pelonggaran yang lebih lambat ke depannya, memperkirakan suku bunga akan turun menjadi 3,6% pada tahun 2026, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,4%. Untuk tahun 2027, ia melihat suku bunga pada 3,4%, direvisi naik dari 3,1%.
Sentimen Internal
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Tag Terpopuler
Terpopuler






