Sabtu, 4 April 2026

BNBR Kantongi Persetujuan Rights Issue Jumbo

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
27 Feb 2026 | 18:57 WIB
BAGIKAN
RUPSLB PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di Jakarta, Jumat (27/2/2026). (Investor Daily/Muhammad Ghafur Fadillah)
RUPSLB PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di Jakarta, Jumat (27/2/2026). (Investor Daily/Muhammad Ghafur Fadillah)

JAKARTA, investor.id – Emiten Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), resmi mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan rights issue (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E. Aksi korporasi ini ditargetkan mampu menghimpun dana segar antara Rp 4 triliun hingga Rp 6,5 triliun.

Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menjelaskan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk optimalisasi struktur pendanaan, terutama pasca-pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), pembayaran kewajiban kepada kreditur, serta modal kerja.

“Perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT),” ujar Anindya usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Langkah ini diprediksi akan memperbaiki profil risiko keuangan BNBR secara signifikan. Rasio utang terhadap aset (debt to asset ratio) diperkirakan turun dari 84,28% menjadi 67,9%. Sementara itu, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) akan membaik drastis dari 536,02% ke level 211,57%.

Advertisement

Anindya menekankan bahwa penguatan modal ini akan memperluas ruang ekspansi perusahaan yang diharapkan berdampak pada peningkatan imbal hasil bagi pemegang saham.

“Penambahan modal dapat meningkatkan kemampuan Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha, yang pada akhirnya berdampak positif pada laba Perseroan dan diharapkan meningkatkan imbal hasil bagi seluruh pemegang saham,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan adanya risiko dilusi kepemilikan hingga 33,33% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.

Sepanjang tahun 2025, BNBR mencatatkan kinerja operasional yang solid. Meskipun pendapatan bersih turun tipis 3,28% menjadi Rp 3,74 triliun, laba bersih perseroan justru melonjak 49,6% mencapai Rp 502,74 miliar.

Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, memerinci kontribusi pendapatan berasal dari tiga lini utama, yaitu PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group senilai Rp 2,18 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencapai Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) sebesar Rp 464,21 miliar.

“Kami bersyukur di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, Perseroan mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,” pungkas Roy.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 33 menit yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 34 menit yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 58 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 1 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 2 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 2 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia