CLEO Targetkan 3 Pabrik Baru Mulai Beroperasi di 2026
JAKARTA, investor.id - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) telah menyelesaikan pembangunan tiga pabrik baru di Palu, Pontianak dan Pekanbaru.
CEO CLEO, Melisa Patricia mengatakan, diharapkan ketiganya sudah akan bisa beroperasi tahun ini sehingga jumlah pabrik CLEO yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia meningkat menjadi sebanyak 35.
Menurutnya, dengan penambahan pabrik yang gencar dilakukan, secara otomatis akan memperkuat jaringan distribusi karena semakin mendekatkan produk CLEO kepada para pelanggan sehingga memudahkan dan mengefisienkan proses pengiriman.
Baca Juga:
Chandra Asri Group Capai Progres 50% Pabrik CA-EDC, Dorong Hilirisasi Industri Kimia Nasional“Selanjutnya, CLEO akan kembali melakukan ekspansi di wilayah potensial lainnya sebagai bagian dari strategi pengelolaan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/2/2026).
Dia menegaskan, bahwa dalam setiap ekspansi yang dilakukan, perseroan selalu terlebih dahulu melakukan sejumlah kajian ke wilayah-wilayah potensial secara terukur, baik dalam kajian bahan baku yang mencakup hidrologi maupun potensi market.
Kajian-kajian tersebut perlu dilakukan mengingat tujuan ekspansi perseroan bukan hanya memperluas pasar semata, tetapi juga dalam rangka mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Dengan strategi ekspansi masif yang diterapkan tersebut, perseroan optimistis akan bisa meraih pertumbuhan yang solid tahun ini.
Meskipun situasi industri makin kompetitif dan daya beli masyarakat sedang mengalami sejumlah tantangan, tetapi tekad CLEO untuk semakin fokus mendorong pertumbuhan kinerja justru menguat.
“Kami optimistis, strategi ekspansi tersebut didukung dengan peluncuran produk-produk inovasi baru secara berkala yang sesuai kebutuhan para pelanggan, akan mampu mendongkrak penjualan,” ujar Melisa.
Dia mengatakan, CLEO memiliki struktur permodalan yang kuat dalam memberikan dukungan yang solid bagi strategi ekspansi masif perseroan untuk menghadapi tantangan bisnis tahun 2026.
Kuatnya struktur permodalan CLEO berasal dari pertumbuhan penjualan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir seperti tercermin pada pertumbuhan penjualan sebesar 5,8% YoY menjadi Rp 2,09 triliun pada kuartal ketiga 2025.
Menurut Melisa, kenaikan penjualan yang relatif stabil tersebut menunjukkan bahwa ekspansi pasar berjalan sesuai harapan.
“EBITDA yang relatif stabil dengan kenaikan 9% YoY menegaskan bahwa kapasitas operasional dan arus kas internal masih kuat untuk menopang kebutuhan investasi dan ekspansi lanjutan,” tambahnya.
Struktur modal perseroan juga memperlihatkan adanya keseimbangan antara pendanaan internal dan eksternal, sehingga memungkinkan ekspansi masif dilakukan tanpa mengganggu stabilitas operasional.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Tag Terpopuler
Terpopuler






