Rabu, 15 April 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Terus Tertekan

Penulis : Natasha Khairunisa
14 Apr 2026 | 09:13 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) kembali menurun terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa (14/4/2026), seiring berlanjutnya penguatan dolar AS dan sejumlah mata uang global.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini kembali melemah hingga 24 poin (0,14%) ke level Rp 17.129 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat perkasa di level 98.370.

Sebelumnya pada perdagangan Senin (13/4/2026), kurs rupiah ditutup melemah tipis 1 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 40 poin di level Rp 17.105 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.104. 

ADVERTISEMENT

Dolar AS sebagian besar stabil pada hari Selasa karena investor mempertimbangkan risiko pasokan yang berasal dari blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz terhadap prospek dialog berkelanjutan antara Washington dan Teheran yang dapat mengarah pada terobosan.

Dikutip dari CNBC, rupiah melemah saat dolar AS naik 0,03% menjadi US$ 1,1761 terhadap euro. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,08% terhadap dolar AS menjadi 159,3. Poundsterling Inggris juga menguat 0,03% menjadi US$ 1,3508.

Penguatan terjadi setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa militer AS segera memulai blokade terhadap kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran pada hari Senin.

Sementara itu, Teheran menyatakan akan membalas terhadap pelabuhan-pelabuhan negara-negara tetangganya di Teluk setelah pembicaraan akhir pekan di Pakistan gagal mencapai kesepakatan damai.

“Ekspektasi bahwa negosiasi akan berlanjut membantu meredam memburuknya sentimen di pasar keuangan,” kata Terumasa Kawakami, analis di Mitsubishi UFJ Bank, dalam sebuah catatan.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Pefindo Catat Pipeline Obligasi Rp 66,28 Triliun per Maret 2026

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat total mandat penerbitan surat utang korporasi yang berada dalam pipeline capai Rp 66,28 T.
Business 37 menit yang lalu

Kinerja Agen Menguat Seiring Pemulihan Pasar Properti

Di tengah perubahan global, Ray White melihat peluang pertumbuhan sektor properti melalui peningkatan permintaan pasar.
National 48 menit yang lalu

MAKI Tagih Lagi Janji KPK Tahan Satori dan Heri Gunawan

Koordinator MAKI Boyamin Saiman kembali menagih janji Ketua KPK Setyo Budiyanto untuk menahan dua tersangka kasus korupsi CSR BI-OJK.
National 1 jam yang lalu

Terima Putusan Kasus Proyek Fiktif Telkom, Jaksa Ajukan Banding terhadap 4 Terdakwa

Kejati DKI Jakarta terima putusan Pengadilan Tipikor terkait kasus proyek fiktif PT Telkom periode 2016-2028 yang rugikan negara Rp464,9 M.
Market 1 jam yang lalu

Sikap JFX Hadapi Volatilitas

Kebutuhan terhadap instrumen lindung nilai (hedging) yang transparan dan terstandarisasi semakin mendesak.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Mewujudkan Kualitas Ruang Hidup yang Lebih Baik

Kualitas ruang hidup tidak lagi diukur hanya dari nilai estetika
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia