Minggu, 21 Juni 2026

AS Lumpuhkan Perdagangan Laut Iran

Penulis : Grace El Dora
15 Apr 2026 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Kapal-kapal kargo di Teluk, dekat Selat Hormuz pada 11 Maret 2026. Hampir tertutupnya jalur air vital ini selama berminggu-minggu telah menciptakan krisis pasokan energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Foto: Filepix)
Kapal-kapal kargo di Teluk, dekat Selat Hormuz pada 11 Maret 2026. Hampir tertutupnya jalur air vital ini selama berminggu-minggu telah menciptakan krisis pasokan energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Foto: Filepix)

DUBAI, investor.id – Militer Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan telah melumpuhkan total aktivitas perdagangan laut yang keluar-masuk wilayah Iran pada Rabu (15/4/2026). Langkah drastis ini dilakukan melalui blokade ketat di perairan strategis, meski Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal negosiasi damai dapat kembali berlanjut pekan ini.

Laksamana Brad Cooper selaku Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dalam unggahannya di platform X, pasukan Amerika berhasil menghentikan seluruh arus perdagangan ekonomi laut Iran hanya dalam waktu 36 jam sejak blokade diberlakukan. Jalur laut diketahui merupakan urat nadi bagi 90% ekonomi Iran.

Salah satu insiden menonjol adalah dipaksanya kapal tanker Rich Starry milik perusahaan China untuk putar balik menuju Selat Hormuz setelah keluar dari Teluk Persia. Sejauh ini, sedikitnya delapan kapal tanker yang terafiliasi dengan Iran telah dicegat oleh militer AS sejak Senin (13/4/2026).

Sinyal Positif dari Islamabad

ADVERTISEMENT

Di balik tekanan militer tersebut, Presiden AS Donald Trump justru menunjukkan nada optimistis terkait jalur diplomasi. Ia menyebut perundingan antara pejabat AS dan Iran kemungkinan besar akan dilanjutkan di Islamabad, Pakistan, dalam dua hari ke depan.

"Saya pikir Anda akan menyaksikan dua hari yang luar biasa ke depan," ujar Trump seperti dikutip ABC News, Rabu (15/4/2026).

Ia meyakini kesepakatan permanen dapat tercapai sebelum masa gencatan senjata dua pekan berakhir pada 21 April mendatang. Trump juga memuji peran Panglima Militer Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir yang dinilai sukses menengahi proses dialog yang rumit tersebut.

Titik Temu Program Nuklir

Kendala utama dalam perundingan sebelumnya adalah durasi pembekuan program nuklir Iran. AS mengusulkan penangguhan selama 20 tahun, sementara Iran menawarkan jeda tiga hingga lima tahun. Namun, laporan terbaru menyebutkan adanya kemajuan dalam diskusi jalur belakang (back-channel) untuk memperkecil perbedaan tersebut.

Meskipun harapan damai menguat, situasi di Lebanon tetap menjadi batu sandungan. Israel terus melanjutkan serangan terhadap kelompok Hizbullah. AS dan Israel bersikeras bahwa kampanye militer di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata, sebuah posisi yang ditolak keras oleh Iran.

Konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026 diperkirakan telah merenggut 5.000 nyawa, termasuk tiga personel pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia yang gugur bulan lalu.

Konflik terbuka yang meletus pada 28 Februari 2026 menandai titik nadir hubungan antara Iran dan AS setelah bertahun-tahun terjebak dalam perang proksi.

Strategi Amerika Serikat yang menggabungkan kekuatan militer (blokade maritim) dengan meja diplomasi (perundingan di Islamabad) merupakan upaya untuk memaksa Iran menghentikan program nuklirnya sekaligus memutus dukungan terhadap milisi regional seperti Hizbullah.

Bagi komunitas internasional, krisis ini bukan sekadar masalah keamanan regional, melainkan ancaman terhadap stabilitas energi global. Sebagai jalur transportasi sepertiga minyak dunia, penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan fluktuasi harga energi yang mencekik banyak negara importir.

Keterlibatan Pakistan sebagai mediator serta peran aktif pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk personel dari Indonesia, menunjukkan solusi atas konflik ini memerlukan kolaborasi multilateral yang luas demi mencegah dampak kemanusiaan dan ekonomi yang lebih parah di masa depan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 27 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia