Minggu, 21 Juni 2026

Purbaya Sebut Bank Dunia dan S&P Puas dengan Strategi Fiskal Indonesia

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Apr 2026 | 19:25 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

WASHINGTON DC, investor.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Indonesia mendapatkan penilaian positif dari Bank Dunia (World Bank) dan lembaga pemeringkat S&P Global Ratings terkait strategi kebijakan fiskal nasional. Penilaian ini sekaligus menghapus keraguan pasar global atas kemampuan pemerintah dalam menyeimbangkan disiplin anggaran dengan target pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Dalam pertemuan di Washington DC, Selasa (14/4/2026), Purbaya mengungkapkan bahwa lembaga internasional tersebut menunjukkan kepuasan terhadap arah kebijakan Indonesia di tengah dinamika global. Menurutnya, skeptisisme mengenai risiko fiskal yang sempat muncul kini mulai mereda.

“World Bank dan rating agency amat puas dengan penilaian kita tentang strategi kita. Jadi keraguan tentang apakah kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik dan menciptakan pertumbuhan yang baik pada saat yang bersamaan, sepertinya sudah hilang,” ucap Purbaya dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

Selain memberikan penilaian positif, Bank Dunia menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama investasi strategis. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan antara Indonesia dan Bank Dunia.

Kolaborasi yang dimaksud mencakup dukungan pembangunan jangka panjang, program pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan berbagai proyek strategis nasional. Purbaya menyebut Bank Dunia mulai menggali peluang kemitraan yang saling menguntungkan secara berkelanjutan.

“World Bank bahkan menggali di dalam bentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara kita dengan mereka,” tutur Purbaya.

Purbaya Sebut Bank Dunia dan S&P Puas dengan Strategi Fiskal Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Ilustrasi: Investor Daily/Datasatu.com)

Menkeu Purbaya sebelumnya sempat menyoroti kajian Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026. Menurut dia, perhitungan lembaga internasional itu keliru dan memberikan dampak negatif kepada reputasi Indonesia dan khususnya terhadap kinerja pasar domestik.

Padahal kinerja ekonomi nasional saat ini justru menunjukkan tren penguatan. Pada triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mampu menembus angka 5,5% hingga 5,6%, bahkan bisa lebih dari itu. Dengan proyeksi Bank Dunia sebesar 4,7%, maka Purbaya menganggap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-kuartal selanjutnya akan lebih rendah dan berpotensi resesi teknikal.

“Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali. Saya pikir World Bank salah hitung,” kata Purbaya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 31 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia