Purbaya Sebut Bank Dunia dan S&P Puas dengan Strategi Fiskal Indonesia
WASHINGTON DC, investor.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Indonesia mendapatkan penilaian positif dari Bank Dunia (World Bank) dan lembaga pemeringkat S&P Global Ratings terkait strategi kebijakan fiskal nasional. Penilaian ini sekaligus menghapus keraguan pasar global atas kemampuan pemerintah dalam menyeimbangkan disiplin anggaran dengan target pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Dalam pertemuan di Washington DC, Selasa (14/4/2026), Purbaya mengungkapkan bahwa lembaga internasional tersebut menunjukkan kepuasan terhadap arah kebijakan Indonesia di tengah dinamika global. Menurutnya, skeptisisme mengenai risiko fiskal yang sempat muncul kini mulai mereda.
“World Bank dan rating agency amat puas dengan penilaian kita tentang strategi kita. Jadi keraguan tentang apakah kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik dan menciptakan pertumbuhan yang baik pada saat yang bersamaan, sepertinya sudah hilang,” ucap Purbaya dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (15/4/2026).
Selain memberikan penilaian positif, Bank Dunia menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama investasi strategis. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan antara Indonesia dan Bank Dunia.
Kolaborasi yang dimaksud mencakup dukungan pembangunan jangka panjang, program pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan berbagai proyek strategis nasional. Purbaya menyebut Bank Dunia mulai menggali peluang kemitraan yang saling menguntungkan secara berkelanjutan.
“World Bank bahkan menggali di dalam bentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara kita dengan mereka,” tutur Purbaya.
Menkeu Purbaya sebelumnya sempat menyoroti kajian Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026. Menurut dia, perhitungan lembaga internasional itu keliru dan memberikan dampak negatif kepada reputasi Indonesia dan khususnya terhadap kinerja pasar domestik.
Padahal kinerja ekonomi nasional saat ini justru menunjukkan tren penguatan. Pada triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mampu menembus angka 5,5% hingga 5,6%, bahkan bisa lebih dari itu. Dengan proyeksi Bank Dunia sebesar 4,7%, maka Purbaya menganggap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-kuartal selanjutnya akan lebih rendah dan berpotensi resesi teknikal.
“Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali. Saya pikir World Bank salah hitung,” kata Purbaya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






