Aspek: Pancasila dan NKRI Harga Mati
JAKARTA-
Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia menyatakan siap terlibat
dalam program bela negara terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI). Karena bagi Aspek, Pancasila dan NKRI adalah harga
mati.
"Jangan ditutupi bangsa Indonesia saat ini sedang
sakit. Kita yang sehat jangan ikut sakit. Ideologi Pancasila dan NKRI
harga mati," kata Presiden Aspek Mirah Sumirat dalam Seminar
Nasional "Memperjuangkan Kesejahteraan dalam Bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia", di Jakarta, Senin.
Mirah
seperti dilansir Antara mengatakan, selama ini ada stigma
bahwa serikat pekerja memiliki ideologi kekiri-kirian. Namun, dia
menegaskan bahwa tidak ada serikat pekerja di Indonesia yang
berideologi kiri karena semua menjunjung tinggi Pancasila dan
NKRI.
Menurut Mirah, Aspek Indonesia adalah federasi serikat
pekerja yang mengedepankan dan mencintai dialog sosial sesuai dengan
sila keempat Pancasila.
"Masalahnya, saat kami mau
berdialog, yang diajak berdialog tidak mau. Akhirnya turun ke jalan
menjadi pilihan saat dialog sosial tidak bisa dilakukan,"
tuturnya.
Mirah mengatakan pemerintah, serikat pekerja,
rakyat, pengusaha dan elemen bangsa yang lain perlu duduk bersama
untuk mencari solusi mau dibawa ke mana bangsa Indonesia.
Serikat
pekerja, kata Mirah, harus konsisten dalam memperjuangkan
kesejahteraan tetapi jangan mengotak-kotakkan diri karena perjuangan
yang dilakukan adalah untuk kesejahteraan seluruh rakyat
Indonesia.
"Yang kita pikirkan adalah banyak anak-anak
kita yang nanti akan menikmati hasil perjuangan kita saat ini. Kita
berharap mereka bisa mendapatkan kesejahteraan yang selama ini kita
perjuangkan," katanya.
Aspek Indonesia mengadakan Seminar
Nasional "Memperjuangkan Kesejahteraan dalam Bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia" di Auditorium Adhiyana, Wisma
Antara, Jakarta Pusat.
Hadir sebagai pembicara sesi pertama
adalah Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan Laksamana Pertama
TNI Muhammad Faizal dan Dewan Pakar Aspek Indonesia Kun Wardana
Abyoto.
Pembicara sesi kedua yang direncanakan adalah Direktur
Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian
Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang, Staf Ahli Sosial dan
Penanggulangan Kemiskinan Badan Perencanan Pembangunan Nasional Rudi
Soeprihadi Prawira dan pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy.
(gor)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Tag Terpopuler
Terpopuler


