Sucor AM Tegaskan Posisi, Ikut Ciptakan Dampak Sosial
JAKARTA, investor.id - Sucor Asset Management (Sucor AM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan dengan menyalurkan 2.000 paket bantuan pascabencana bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera.
Program kemanusiaan ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sebagai mitra pendukung distribusi, serta Palang Merah Indonesia (PMI) yang mengeksekusi penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.
“Bagi kami, CSR bukan sekadar memberikan bantuan dana, tetapi memastikan secara langsung bahwa dukungan tersebut benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai institusi investasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang ikut berkontribusi dalam masa pemulihan pascabencana,” ujar Direktur sekaligus Ketua Komite ESG Sucor AM Fajrin Hermansyah dikutip dari keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).
Bantuan akan difokuskan pada wilayah terdampak dengan rincian di wilayah Aceh sebanyak 1.000 paket bantuan, wilayah Sumatera Utara sebanyak 500 paket bantuan, dan wilayah Sumatera Barat sebanyak 500 paket bantuan.
Melalui program ini, Sucor AM menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja investasi, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Bagi Sucor AM, Investasi bukan hanya soal return, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan distribusi bantuan dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Dengan menggandeng mitra strategis, kami ingin memastikan bahwa setiap paket bantuan memberikan manfaat optimal bagi para penyintas bencana,” tambah Fajrin.
Dari sisi mitra kolaborasi, APINDO percaya bahwa dunia usaha tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus hadir dan berkontribusi ketika masyarakat membutuhkan.
“Melalui kolaborasi dengan Sucor Asset Management dan Palang Merah Indonesia, serta dukungan jajaran APINDO di daerah, APINDO berkomitmen memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk bagi masyarakat Aceh Tamiang,” ujar Direktur Eksekutif APINDO, Rudolf Saut Butarbutar.
Rudolf menambahkan, paket bantuan yang disalurkan berisi perlengkapan kebutuhan dasar sekaligus sarana pendukung pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut mencakup kompor beserta perlengkapannya, kasur dan selimut, hingga peralatan kerja seperti sekop dan gerobak dorong.
“Bantuan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Aceh Tamiang, tetapi juga untuk membantu mereka kembali beraktivitas dan memulihkan kehidupan ekonomi secara bertahap,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Tag Terpopuler
Terpopuler




