LPS Ingatkan Nasabah Jaga Data Pribadi Saat Berinvestasi
JAKARTA, investor.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkan nasabah perbankan agar tidak sembarangan membagikan data pribadi saat berinvestasi, menyusul tingginya risiko kejahatan digital di sektor keuangan.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan meningkatnya minat investasi di kalangan nasabah pemula perlu diimbangi pemahaman risiko dan keamanan data.
"Nasabah-nasabah pemula sekarang gairah berinvestasinya tinggi, saham, mau ke kripto dan sebagainya. Nah, itu kita beri edukasi supaya mereka tahu mekanismenya dan risiko yang harus dihadapi," ujar Anggito di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.
Ia mengingatkan tingginya aktivitas investasi juga diikuti potensi kejahatan digital yang menyasar nasabah, terutama pemula.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi saat menggunakan layanan keuangan.
Menurut dia, edukasi penting agar masyarakat memahami mekanisme investasi serta risiko yang melekat pada setiap instrumen keuangan.
"Jangan terbuai dengan iming-iming. Jangan sampai 'ngasih' OTP-nya (One Time Password), 'password'-nya itu ditutup. Terus kemudian hati-hati dengan 'scamming', 'malware', sampai 'hackers'," kata Anggito.
Anggito menambahkan, penguatan literasi dan keamanan keuangan juga didukung melalui riset LPS bersama perguruan tinggi untuk memahami perilaku nasabah dan berbagai risiko di sektor keuangan.
Seiring dengan pesatnya transformasi digital di sektor keuangan Indonesia, celah keamanan siber menjadi tantangan serius bagi stabilitas sistem perbankan. Data menunjukkan nasabah pemula sering kali menjadi target utama praktik social engineering, di mana pelaku kejahatan memanipulasi korban untuk menyerahkan informasi rahasia seperti nomor PIN atau kode OTP.
Selain menjalankan fungsi penjaminan simpanan nasabah, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan melalui edukasi berkelanjutan.
Kolaborasi antara regulator, institusi pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan yang tangguh, di mana pertumbuhan investasi berjalan selaras dengan kesadaran akan keamanan siber dan perlindungan data pribadi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence
PTPP memperkuat langkah transformasi bisnis dan fondasi keuangan Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.Tag Terpopuler
Terpopuler


