Sabtu, 4 April 2026

PLTU Suralaya Benteng Terakhir Listrik Jawa-Bali

Penulis : Rangga Prakoso
24 Sep 2019 | 18:17 WIB
BAGIKAN
Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto ilustrasi: IST
Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto ilustrasi: IST

BANTEN, investor.id - Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya menjadi benteng terakhir pasokan listrik sistem Jawa-Bali.

PLN mempersiapakan kajian guna menguatkan pertahanan seiring dengan peristiwa blackout pada awal Agustus lalu. Pembangkit berbahan bakar batu bara itu memiliki total kapasitas hingga 4.025 megawatt (MW). Suralaya merupakan pembangkit pemangku beban (base load) yang memasok 20% kebutuhan listrik Jawa-Bali.

Direktur Operasi PT Indonesia Power M Hanafi Nur Rifai mengatakan, padamnya listrik pada Agustus lalu menjadi pengalaman berharga bagi PLN. Sejumlah langkah pertahanan (defense scheme) disiapkan agar blackout tak terulang lagi."Kami pertahanan terakhir. Jadi kalau enggak kuat (mempertahankan daya pasok) maka yang lain enggak kuat. Kita memperbaiki pola pertahanan," kata Hanafi dalam kunjungan media ke Suralaya di Banten, Selasa (24/9).

Gangguan transmisi Ungaran-Pemalang 500kV pada Agustus berimbas pada padamnya (trip) PLTU Suralaya. Butuh waktu sekirar 4 jam agar pembangkit tersebut bisa kembali memproduksi listrik.

Hanafi menjelaskan pembangkit berbahan bakar batu bara membutuhkan aliran daya dari luar (back feeding) agar bisa kembali beroperasi. PLTU Suralaya mendapat pasokan tersebut dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling yang berada di daerah Purwakarta, Jawa Barat.

Dikatakannya pola pertahanan teranyar yakni disiapkan kajian agar Suralaya mendapatkan aliran daya dari pembangkit terdekat. Dalam hal ini di sekitar Suralaya ada sejumlah pembangkit yang berada di Cilegon.

"PLTU enggak bisa bangkit sendiri. Menunggu pasokan daya dari PLTGU atau PLTA. Nah PLTA jauh ada di daerah Bandung. Yang deket ada di Cilegon. Ini kita bagaimana memberdayakannya (pembangkit Cilegon)," ujarya.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR pada awal Agustus, Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani menyiapkan pola pertahanan agar PLTU Suralaya mendapat pasokan dari PLTGU Cilegon dan PLTGU Muara Karang. Dia menuturkan sedang dipersiapkan agar kedua PLTGU itu bisa menghasilkan listrik tanpa ada aliran dari luar (blackstart).

Advertisement

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 2 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 2 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 3 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 3 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia