Garuda Pangkas Frekuensi Terbang ke Hong Kong
JAKARTA, investor.id - Maskapai Garuda Indonesia mengurangi frekuensi penerbangan dari 21 kali seminggu menjadi empat kali seminggu untuk menghindari kerugian menyusul situasi politik Hong Kong yang semakin tidak kondusif.
"Justru dengan mengurangi frekuensi, kami menghindari loss (kerugian). Kami terbangkan pesawat ke Hong Kong sesuai permintaan yang ada saat ini," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan di Jakarta, Senin (18/11).
Ikhsan menjelaskan, pengurangan frekuensi penerbangan itu sifatnya sementara karena situasi di Hong Kong belum kondusif dan permintaan menurun.
"Ini sifatnya tactical (taktis) karena situasi di Hong Kong belum kondusif dan permintaan menurun," ujarnya.
Ia menuturkan, Garuda akan kembali menerbangkan pesawat dengan frekuensi normal apabila kondisi di Hong Kong membaik. Ikhsan menjelaskan pesawat yang biasanya terbang ke Hong Kong, saat ini dialihkan ke rute lain yang permintaanya tinggi.
"Pesawatnya kami gunakan untuk menambah frekuensi di rute yang lain yang permintaanya sudah bagus," kata dia seperti dikutip dari Antara.
Selain itu, lanjut dia, bukan hanya Garuda, hampir seluruh maskapai mengurangi frekuensi penerbangan ke Hong Kong saat ini. Kondisi Hong Kong saat ini semakin memanas menyusul banyaknya aksi demonstrasi mahasiswa yang bentrok dengan polisi yang diawali protes keras terhadap UU ekstradisi sejak Agustus lalu. Aksi massa itu juga sempat merambah ke Bandara Internasional Hong Kong sehingga sejumlah penerbangan terganggu.
Sementara itu, maskapai member of Lion Air Group, Batik Air, akan meluncurkan rute internasional tanpa henti (nonsetop) dari Bnadara Soekarno-Hatta ke Bangkok Don Mueang, Thailand, mulai besok (Rabu 20/11). Rute perdana mendatang, Batik Air memulai dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) bernomor ID-7631.
Pesawat lepas landas pukul 17.40 Waktu Indonesia Barat (GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba pada 21.00 waktu setempat (Thailand, GMT+ 07) di Bandar Udara Internasional Don Mueang, Bangkok, Thailand (DMK). Untuk penerbangan kembali, Batik Air memiliki waktu keberangkatan dari Bangkok pada 22.00 waktu setempat nomor ID-7630 dan diperkirakan tiba pukul 01.25 WIB di Soekarno-Hatta pada hari berikutnya.
Dengan menawarkan perjalanan terbaik kepada travelers sesuai kategori premium service airlines, Batik Air akan mengoperasikan Boeing 737-800NG yang berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi atau Boeing 737-900ER bertata letak 12 kursi kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi. Pesawat mempunyai fitur hiburan penerbangan inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence
PTPP memperkuat langkah transformasi bisnis dan fondasi keuangan Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.Tag Terpopuler
Terpopuler






