Harga Emas Melejit di Tengah Rencana Pelepasan Cadangan Minyak Global
SINGAPURA, investor.id – Harga emas dunia kembali bergerak menguat pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Kenaikan ini dipicu oleh laporan bahwa Badan Energi Internasional (IEA) berencana melepas cadangan minyak dalam skala besar guna meredam guncangan pasokan akibat perang yang berkecamuk di Timur Tengah.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal yang dikutip Rabu (11/3/2026), IEA mengusulkan pelepasan cadangan minyak yang diprediksi akan melampaui rekor 182 juta barel saat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 lalu. Kabar ini langsung membuat harga minyak mentah terkoreksi dan menyebabkan indeks Dolar AS tergelincir sekitar 0,1%.
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh aset safe haven emas untuk merangkak naik. Harga emas di pasar spot terpantau naik 0,5% ke level US$ 5.217,50 per troy ounce pada sesi pagi di Singapura, melanjutkan tren positif setelah sebelumnya menguat 1%.
Inflasi dan Ketidakpastian Timur Tengah
Memasuki hari ke-12 konflik antara AS-Israel dan Iran, investor terus memantau situasi di Selat Hormuz. Jalur distribusi yang biasanya mengangkut seperlima pasokan minyak dunia tersebut kini hampir berhenti total. Volatilitas harga energi yang ekstrem ini meningkatkan kekhawatiran akan lonjakan inflasi global.
"Emas sempat tertekan oleh penguatan dolar dan jatuhnya pasar saham pekan lalu, di mana investor menjual emas untuk menutupi margin call pada ekuitas mereka," ujar Direktur Strategi Komoditas BNP Paribas SA David Wilson, Rabu. Namun, ia menambahkan minat fisik terhadap emas, terutama di Asia, memberikan dukungan kuat pada level psikologis US$ 5.000 per troy ounce.
Proyeksi Pasar
Meskipun kepemilikan emas di bursa (ETF) mengalami penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir atau merosot hampir 30 ton pekan lalu, emas tetap menjadi pilihan utama sebagai aset pelindung di tengah kekacauan geopolitik.
"Secara keseluruhan, saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk membeli emas saat harganya sedang terkoreksi," ungkap Manajer Portofolio di DNCA Invest Strategic Resources Alexandre Carrier seperti dikutip Bloomberg.
Badan Energi Internasional (IEA) didirikan sebagai respons terhadap krisis minyak pada 1973 untuk membantu koordinasi pasokan energi darurat di antara negara-negara anggotanya. Langkah IEA untuk melepaskan cadangan minyak strategis biasanya diambil hanya dalam kondisi darurat ekstrem ketika gangguan pasokan mengancam stabilitas ekonomi global.
Keterkaitan antara minyak dan emas terletak pada aspek inflasi; harga minyak yang tinggi akan mendorong biaya transportasi dan produksi, yang pada gilirannya memicu inflasi. Dalam kondisi inflasi tinggi, daya beli mata uang kertas menurun, sehingga investor beralih ke emas yang dianggap mampu mempertahankan nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Di tengah eskalasi militer di wilayah Teluk, emas tidak hanya berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, tetapi juga sebagai penyedia likuiditas instan bagi para pelaku pasar di seluruh dunia.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






