Minggu, 21 Juni 2026

Begini Prospek Harga Emas Pekan Depan

Penulis : Indah Handayani
3 Apr 2026 | 09:58 WIB
BAGIKAN
Gambar ilustrasi batangan emas fisik. (Foto: AETOSWire)
Gambar ilustrasi batangan emas fisik. (Foto: AETOSWire)

JAKARTA, investor.id Harga emas diperkirakan masih bergerak volatil pada pekan depan, di tengah tarik-menarik sentimen konflik Iran dan ekspektasi kebijakan moneter global.

Mengutip Kitco News, harga emas mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut, meski sempat bergejolak tajam sepanjang pekan perdagangan yang lebih singkat.

Harga emas spot memulai pekan di kisaran US$ 4.400 per ons troi dan sempat menyentuh level tertinggi mendekati US$ 4.800 per ons troi.

ADVERTISEMENT

Namun, pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait konflik Iran memicu aksi jual, sehingga harga emas anjlok lebih dari US$ 100 per ons troi hanya dalam waktu singkat sebelum akhirnya stabil kembali di bawah US$ 4.700 per ons troi.

Survei mingguan Kitco menunjukkan pelaku pasar global masih terpecah. Kalangan analis di Wall Street cenderung bersikap hati-hati, sementara investor ritel (Main Street) mulai kembali optimistis seiring kinerja positif emas dalam sepekan terakhir.

Sebagian analis memperkirakan harga emas masih berpotensi menguat, namun sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Jika ketegangan mereda, emas berpotensi kembali reli. Sebaliknya, eskalasi konflik dapat memicu volatilitas tinggi dalam jangka pendek.

Analis Forex.com James Stanley menilai tren jangka panjang emas masih bullish, sehingga koreksi dapat menjadi peluang masuk bagi investor. Senada, Presiden Asset Strategies International Rich Checkan memperkirakan minat beli emas akan meningkat menjelang akhir pekan panjang.

Namun, tidak sedikit analis yang memilih bersikap netral. Chief market strategist SIA Wealth Management Colin Cieszynski menilai pergerakan emas dalam waktu dekat akan sangat fluktuatif, dipengaruhi sentimen berita dari waktu ke waktu.

“Pergerakan harga bisa berubah drastis hanya karena rumor atau pernyataan terbaru terkait konflik,” ujarnya.

Dominasi Faktor Politik

Di sisi lain, Presiden Phoenix Futures and Options Kevin Grady menilai pergerakan emas saat ini lebih dipengaruhi faktor politik dibanding fundamental. Ia bahkan menyarankan investor untuk berhati-hati di tengah likuiditas pasar yang menipis selama libur panjang.

Menurut dia, arah harga emas sepenuhnya bergantung pada persepsi pasar terhadap perkembangan konflik Iran. “Begitu ada kejelasan, fundamental akan kembali menjadi penggerak utama, dan itu cenderung positif bagi emas,” katanya.

Secara teknikal, level US$4.700 per ons troi menjadi area resistensi terdekat, sementara support berada di kisaran US$4.600 hingga US$4.580. Jika tekanan berlanjut, harga emas berpotensi turun ke area US$4.450, bahkan mendekati US$4.300.

Sementara itu, target kenaikan jangka menengah masih berada di level psikologis US$5.000 per ons troi.

Untuk pekan depan, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, mulai dari ISM Services PMI, pesanan barang tahan lama, risalah rapat bank sentral, hingga data inflasi seperti indeks PCE dan CPI.

Data tersebut akan menjadi petunjuk arah suku bunga, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama penentu pergerakan harga emas.

Di tengah ketidakpastian ini, analis menilai harga emas cenderung bergerak dalam rentang lebar, sambil menunggu kejelasan arah konflik dan kebijakan moneter global.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia