Rupiah Semakin Terbebani Lonjakan Harga Minyak
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diprediksi rentan melemah pada perdagangan Kamis besok, 12 Maret 2026.
Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah 23 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat menguat 12 poin di level Rp 16.886 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.862.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.880 - Rp 16.910," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam paparan tertulis yang dibagikan pada Rabu (11/3/2026).
Ibrahim mengungkapkan bahwa rupiah rentan melemah imbas tekanan sentimen krisis energi. "Pasar terguncang oleh gangguan di pasar energi, karena Iran mulai memblokir Selat Hormuz sebagai tanggapan terhadap serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut," katanya.
Seperti diketahui, kekhawatiran tentang lonjakan harga minyak dunia meningkat, menyusul pemblokiran akses lintas di Selat Hormuz yang dikenal sebagai jalur pengiriman minyak dan gas utama untuk Asia.
"Gangguan pasokan yang berkepanjangan diperkirakan akan memiliki konsekuensi buruk bagi perekonomian yang sangat bergantung pada impor energi," papar Ibrahim. Gangguan tersebut dinilai berisiko mempengaruhi pergerakan rupiah.
Selain itu, rupiah juga diproyeksi melemah menjelang rilis Data CPI AS bulan Februari yang diperkirakan tetap stabil di 2,4%, sementara CPI inti diperkirakan tetap di 2,5%.
"Meskipun angka tersebut kemungkinan tidak akan mencerminkan lonjakan harga energi setelah perang Iran, angka tersebut tetap akan dipantau secara cermat untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang pengeluaran konsumen dan kesehatan ekonomi secara keseluruhan," Ibrahim menyoroti.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






