Prospek Rupiah Terus Tertekan Gara-gara Ini
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diproyeksi sulit berbalik arah pada Jumat besok, 13 Maret 2026.
Pada perdagangan Kamis sore (12/3/2026), kurs rupiah ditutup melemah 7 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp 16.893 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.886.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.890 - Rp 16.920," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang dibagikan pada Kamis (12/3/2026).
Ibrahim mengungkapkan, prospek kurs rupiah masih terdampak sentimen lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus US$ 100 per barel.
"Harga minyak yang lebih tinggi membuat pasar sebagian besar waspada terhadap peningkatan inflasi jangka panjang. Hal ini pada gilirannya memicu kekhawatiran atas kebijakan bank sentral yang lebih agresif dalam beberapa bulan mendatang," papar Ibrahim.
Rupiah juga diproyeksi kembali melemah meski Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan sinyal bahwa perang di Iran hampir berakhir.
Dari sentimen moneter, prospek rupiah juga terpengaruh rilis data CPI Februari yang sesuai ekspektasi memberikan sedikit petunjuk.
"Fokus minggu ini sepenuhnya tertuju pada data indeks harga PCE untuk bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mendapatkan petunjuk yang lebih pasti mengenai inflasi. Data tersebut merupakan tolok ukur inflasi pilihan Federal Reserve, dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam ekspektasi inflasi jangka panjang," imbuh Ibrahim.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






