Amunisi Besar Pertamina Geothermal (PGEO)
JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar US$ 209,3 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun. Capex tersebut lebih besar dibandingkan realisasi tahun 2025 yang senilai US$ 105,5 juta.
Dengan amunisi yang lebih besar, PGEO menargetkan produksi listrik sebesar 5.255 GWh selama 2026 atau meningkat 3,14% yoy.
“Berdasarkan segmen, volume penjualan uap PGEO diperkirakan mencapai 2.356 GWh atau turun 1,1% yoy. Sedangkan volume penjualan listrik diproyeksikan sebanyak 2.899 GWh atau naik 6,8% yoy,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, yang dikutip pada Minggu (15/2/2026).
Sementara itu, analis Bahana Sekuritas, Jeremy Mikael menilai bahwa Pertamina Geothermal Energy berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan momentum peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT), sekaligus menawarkan prospek pertumbuhan yang relatif stabil bagi investor.
Sebagai sumber listrik bersih berkarakter baseload, panas bumi dianggap mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional di tengah percepatan transisi energi. Emiten berkode saham PGEO tersebut dinilai memiliki keunggulan struktural dibandingkan sejumlah emiten EBT lain yang lebih bergantung pada faktor cuaca.
“Dengan pipeline ekspansi yang jelas, PGEO menawarkan kombinasi pertumbuhan yang terukur dan profil bisnis yang defensif,” sebut Jeremy dalam risetnya.
Dia juga menyoroti target PGEO dalam meningkatkan kapasitas terpasang hingga 1 gigawatt (GW) pada 2028, dengan estimasi produksi listrik mencapai 5,5-6 gigawatt hour (GWh).
“Target tersebut realistis dan mencerminkan arah pertumbuhan organik yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dari sisi kinerja keuangan, Bahana Sekuritas memproyeksikan EBITDA PGEO bisa mencapai US$ 484 juta pada 2028, dengan compound annual growth rate (CAGR) 11% pada periode 2024-2028. Laba bersih PGEO ditaksir menembus US$ 201 juta pada 2028, dengan CAGR sekitar 5,8%.
“Karakteristik bisnis panas bumi membuat pertumbuhan pendapatan dan laba PGEO relatif konsisten. Ini menjadi daya tarik bagi investor yang ingin eksposur ke sektor energi hijau dengan risiko yang lebih terkendali,” ungkap Jeremy.
Baca Juga:
BMRI, Saham Mewah Harga MurahDari sisi fundamental, neraca keuangan Pertamina Geothermal Energy (PGEO) juga dinilai solid. Dengan gearing ratio di bawah rata-rata industri, PGEO masih memiliki ruang pendanaan yang memadai untuk mendukung ekspansi ke depan.
Valuasi saham PGEO pun relatif masih reasonable dibandingkan pemain panas bumi lainnya di Indonesia. PGEO memiliki growth story cukup jelas dari sisi penambahan kapasitas.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





