Minggu, 5 April 2026

Amunisi Besar Pertamina Geothermal (PGEO)

Penulis : Jauhari Mahardhika
15 Feb 2026 | 17:01 WIB
BAGIKAN
Area Ulubelu di WKP Gunung Way Panas yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), sekitar 125 km dari Kota Bandar Lampung. (Foto: PGEO)
Area Ulubelu di WKP Gunung Way Panas yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), sekitar 125 km dari Kota Bandar Lampung. (Foto: PGEO)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar US$ 209,3 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun. Capex tersebut lebih besar dibandingkan realisasi tahun 2025 yang senilai US$ 105,5 juta.

Dengan amunisi yang lebih besar, PGEO menargetkan produksi listrik sebesar 5.255 GWh selama 2026 atau meningkat 3,14% yoy.

“Berdasarkan segmen, volume penjualan uap PGEO diperkirakan mencapai 2.356 GWh atau turun 1,1% yoy. Sedangkan volume penjualan listrik diproyeksikan sebanyak 2.899 GWh atau naik 6,8% yoy,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, yang dikutip pada Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, analis Bahana Sekuritas, Jeremy Mikael menilai bahwa Pertamina Geothermal Energy berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan momentum peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT), sekaligus menawarkan prospek pertumbuhan yang relatif stabil bagi investor.

Sebagai sumber listrik bersih berkarakter baseload, panas bumi dianggap mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional di tengah percepatan transisi energi. Emiten berkode saham PGEO tersebut dinilai memiliki keunggulan struktural dibandingkan sejumlah emiten EBT lain yang lebih bergantung pada faktor cuaca.

“Dengan pipeline ekspansi yang jelas, PGEO menawarkan kombinasi pertumbuhan yang terukur dan profil bisnis yang defensif,” sebut Jeremy dalam risetnya.

Dia juga menyoroti target PGEO dalam meningkatkan kapasitas terpasang hingga 1 gigawatt (GW) pada 2028, dengan estimasi produksi listrik mencapai 5,5-6 gigawatt hour (GWh).

“Target tersebut realistis dan mencerminkan arah pertumbuhan organik yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dari sisi kinerja keuangan, Bahana Sekuritas memproyeksikan EBITDA PGEO bisa mencapai US$ 484 juta pada 2028, dengan compound annual growth rate (CAGR) 11% pada periode 2024-2028. Laba bersih PGEO ditaksir menembus US$ 201 juta pada 2028, dengan CAGR sekitar 5,8%.

“Karakteristik bisnis panas bumi membuat pertumbuhan pendapatan dan laba PGEO relatif konsisten. Ini menjadi daya tarik bagi investor yang ingin eksposur ke sektor energi hijau dengan risiko yang lebih terkendali,” ungkap Jeremy.

Dari sisi fundamental, neraca keuangan Pertamina Geothermal Energy (PGEO) juga dinilai solid. Dengan gearing ratio di bawah rata-rata industri, PGEO masih memiliki ruang pendanaan yang memadai untuk mendukung ekspansi ke depan.

Valuasi saham PGEO pun relatif masih reasonable dibandingkan pemain panas bumi lainnya di Indonesia. PGEO memiliki growth story cukup jelas dari sisi penambahan kapasitas.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia