Prospek Sawit Positif, SSMS Siap Tancap Gas
JAKARTA, investor.id – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) optimistis menghadapi dinamika industri kelapa sawit nasional. Perseroan menilai prospek sektor ini tetap positif, ditopang meningkatnya kebutuhan minyak nabati global, dukungan program biodiesel, serta perbaikan tata kelola industri.
Di tengah fluktuasi harga crude palm oil (CPO) dan tantangan global, industri sawit dinilai masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.
Baca Juga:
Emiten Sawit Astra (AALI) Panen LabaDirektur Utama Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Jap Hartono menegaskan, perseroan terus memperkuat efisiensi operasional dan optimalisasi produktivitas kebun guna menjaga daya saing.
“Penerapan praktik perkebunan yang bertanggung jawab serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi landasan SSMS dalam mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujar Jap dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Menurut dia, strategi adaptif dan fondasi bisnis yang solid menjadi kunci perseroan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan industri sawit nasional.
Optimisme tersebut turut diperkuat oleh aksi korporasi dan ekspansi bisnis. Berdasarkan riset terbaru Mirae Asset Sekuritas dan MNC Sekuritas, posisi SSMS di industri semakin solid setelah mengakuisisi 63,4% saham PT Sawit Mandiri Lestari (SML) senilai Rp1,6 triliun.
Akuisisi ini meningkatkan total cadangan lahan (land bank) grup menjadi sekitar 136 ribu hektare. SML memiliki profil tanaman relatif muda dengan rata-rata usia 8,5 tahun dan produktivitas tinggi, yang diproyeksikan mendongkrak yield tandan buah segar (FFB) grup. Selain itu, SML didukung dua pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas total 135 metrik ton per jam.
Di sisi hilir, SSMS tengah membangun Refinery 2 berkapasitas 1.500 metrik ton per hari yang progresnya telah mencapai 70%. Jika rampung, total kapasitas pemurnian perseroan akan meningkat menjadi 4.000 metrik ton per hari.
Model Bisnis Integrasi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






