Kas Mega Manunggal (MMLP) Makin Gemuk meski Laba Ambruk
JAKARTA, investor.id – PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) merilis laporan keuangan sepanjang tahun buku 2025 dengan capaian yang cukup kontras antara top line dan bottom line. Pendapatan emiten pergudangan Grup Astra ini tercatat tumbuh sebesar 3,6% menjadi Rp355 miliar, namun laba bersihnya justru ambruk hingga 74% menjadi Rp63,20 miliar.
Penyebab turunnya laba MMLP tidak lain dan tidak bukan karena beban operasi yang tidak efisien. Pada tahun buku 2024, perseroan membukukan beban operasi sebesar Rp138,51 miliar. Angka tersebut kemudian membengkak menjadi Rp150 miliar pada 2025.
Baca Juga:
Emiten Sawit Astra (AALI) Panen LabaSetelah dipotong pajak sana-sini, laba bersih MMLP semakin tipis hingga tersisa Rp63,20 miliar dibanding laba tahun lalu sebesar Rp241 miliar. Imbasnya, laba per saham dasar MMLP pun semakin mengecil dari Rp35 per saham, menjadi Rp9 per saham.
Namun, di balik tekanan tersebut, menariknya posisi kas dan setara kas MMLP pada akhir tahun justru makin gemuk dengan kenaikan sebanyak 53% atau Rp51,74 miliar dari Rp98,43 miliar pada 2024, menjadi Rp150,42 miliar pada 2025.
Kenaikan tersebut didorong oleh kas bersih yang diperoleh MMLP dari aktivitas operasi sebesar Rp115 miliar, melesat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp29,9 miliar.
Hingga tahun buku 2025 berakhir, MMLP tercatat telah menggelontorkan kas bersih untuk mendukung investasi sebesar Rp48,45 miliar, meningkat lima kali lipat atau setara 504,41% daripada kas bersih yang dihabiskan untuk aktivitas investasi pada 2024 sebesar Rp8 miliar.
Sementara kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan semakin berkurang dari Rp482 miliar pada 2024, menjadi Rp15,26 miliar pada 2025. Ini artinya, MMLP tengah agresif melancarkan investasi sepanjang tahun buku 2025 dengan ekspektasi dapat memetik hasil pada tahun-tahun berikutnya.
Tak heran, jumlah aset lancar MMLP menguat seiring dengan investasi tersebut dari Rp311 miliar pada 2024 menjadi Rp346 miliar pada 2025. diikuti, dengan penguatan dari jumlah aset tidak lancar dari Rp6,1 triliun, menjadi Rp6,2 triliun sehingga jumlah aset perseroan menjadi Rp6,6 triliun, lebih tinggi ketimbang tahun buku 2024 yang sebesar Rp6,4 triliun.
Paralel dengan gencarnya aktivitas investasi, jumlah liabilitas MMLP pun bertambah baik yang bertenor jangka panjang maupun jangka pendek. Untuk jangka panjang, liabilitas perseroan naik dari Rp1,5 triliun menjadi Rp1,6 triliun diikuti tenor jangka pendek yang juga naik dari Rp119 miliar, menjadi Rp173 miliar.
Tanka kecuali, ekuitas MMLP. Perseroan melaporkan ekuitas pada tahun buku 2025 terkoreksi tipis menjadi Rp4,78 triliun ketimbang tahun buku 2024 yang sebesar Rp4,79 triliun. Dengan demikian, jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan pada tahun buku 2025 mencapai Rp6,6 triliun, melejit 1,9% secara tahunan.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

