VKTR Ekspansi ke Segmen WTE dan Pacu Pertumbuhan 2026
JAKARTA, investor.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) terus memperkuat dominasinya sebagai pemain utama kendaraan listrik komersial nasional. Sepanjang tahun 2026, perseroan berencana memperluas portofolio dari segmen bus ke truk listrik, sembari melakukan diversifikasi ke sektor Waste-to-Energy (WTE) guna mendukung ekosistem mobilitas bersih di Indonesia.
CEO VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjadi garda terdepan dalam hilirisasi industri EV lokal. Akselerasi bisnis kendaraan listrik tidak hanya menunjukkan capaian komersial, tetapi juga menandai pergeseran industri menuju solusi mobilitas yang lebih bersih.
“Kami tidak sekadar mengikuti arus perubahan, kami memimpinnya. Misi kami jelas: championing local EV industry dan menjadikan kendaraan komersial listrik sebagai tulang punggung transportasi nasional yang berkelanjutan,” ujar Ardiansyah dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
Pada tahun 2025, VKTR mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan pendapatan 8,5% (YoY) mencapai Rp 1,08 triliun. Laba kotor perusahaan juga naik 10,4% menjadi Rp 197 miliar, didorong oleh efisiensi produksi dan peningkatan margin pada bisnis komponen otomotif.
Selama 2025 VKTR telah mengirim 50 unit bus listrik ke operator Transjakarta, dari total pesanan 80 unit. Selain itu, perseroan juga sukses menyelesaikan perakitan 30 unit lain yang kini memasuki tahap karoseri.
Lebih lanjut, dari sisi keseluruhan penjualan, VKTR berhasil memasarkan 69 unit kendaraan listrik sepanjang 2025 (53 bus, 10 truk, 6 forklift), sehingga total kumulatif sejak awal operasi mencapai 135 bus listrik, 24 truk listrik, dan 13 forklift.
Perseroan juga mengirim 3 unit bus listrik untuk operasional perusahaan tambang. Terakhir, VKTR menyerahkan 5 unit compactor dan 5 unit dump truck listrik kepada Pemprov DKI Jakarta. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung efisiensi operasional pemerintah dan mendukung program pengurangan emisi, termasuk pengangkutan sampah untuk pembangkit WTE.
Terbaru, VKTR memproyeksikan mampu menyelesaikan sisa pengiriman untuk Transjakarta, sehingga total pasokan bus listrik VKTR mencapai 152 unit, atau sekitar 30% dari total armada bus listrik Transjakarta. Capaian ini menegaskan posisi VKTR sebagai salah satu dari tiga pemasok terbesar untuk armada transportasi publik tersebut.
Perusahaan juga telah mengantongi pesanan dari:
- Perusahaan real estate terkemuka di Jakarta (bus listrik),
- Operator transportasi di Malang (transporter),
- Institusi pendidikan di Jawa Tengah (2 unit shuttle bus).
Kemudian pada tahun 2026, VKTR akan memperluas portofolio produk dari bus ke truk listrik, mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi untuk memperbaiki margin, memperkuat posisi sebagai pemimpin kendaraan komersial listrik nasional.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





