8 Perusahaan Mau IPO, Ada yang Beraset Jumbo
JAKARTA, investor.id – PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) memastikan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tetap berlanjut, meskipun pasar modal domestik berada dalam fase wait and see akibat tekanan sentimen global.
Adapun hingga akhir Februari 2026, perusahaan mencatat terdapat tujuh hingga delapan calon emiten dalam pipeline IPO, dengan nilai aset terbesar mencapai Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun.
Direktur Utama KISI Kyoung Hun Nam mengatakan pipeline IPO yang ada relatif stabil karena merupakan proyek jangka panjang yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.
“Jumlah perusahaan dalam pipeline KISI saat ini sekitar tujuh hingga delapan. Hampir 50% pipeline sudah kami realisasikan pada Januari dan Februari, yang sebenarnya dimulai sejak paruh kedua tahun lalu,” ujar Kyoung Hun Nam.
Dia menambahkan, berbagai sentimen global seperti isu MSCI maupun peringkat kredit global dari Standard & Poor’s (S&P) belum memberikan dampak signifikan terhadap rencana IPO yang sedang berjalan.
Menurutnya, proses IPO memiliki waktu persiapan panjang, minimal enam bulan hingga satu tahun, sehingga tidak mudah terpengaruh fluktuasi jangka pendek.
“Kalau sentimen memburuk lebih jauh tentu bisa berdampak, tetapi sampai sekarang semua masih berjalan baik,” ujarnya.
Baca Juga:
Menuju IPO, DANA Fokus Matangkan ProdukBerdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 20 Februari 2026, terdapat delapan perusahaan dalam antrean IPO.
Sebanyak lima perusahaan masuk kategori aset skala besar di atas Rp 250 miliar, sedangkan tiga perusahaan lainnya aset skala menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
Sektor usaha calon emiten tersebut meliputi, dua perusahaan sektor barang baku, dua perusahaan sektor keuangan, satu perusahaan sektor transportasi dan logistik, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, satu perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor industri.
Hingga periode tersebut, BEI mencatat belum ada perusahaan yang melangsungkan IPO pada 2026, sehingga jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tetap sebanyak 956 emiten.
KISI mencatat perusahaan-perusahaan yang masuk pipeline IPO berasal dari sektor perbankan, pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur.
Nilai transaksi terbesar dalam pipeline tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun, sehingga tergolong sebagai perusahaan beraset besar sesuai ketentuan POJK 53/2017.
“Sektornya perbankan, pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur. Nilai terbesar saat ini sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun,” kata Kyoung Hun Nam.
Selain IPO, KISI juga aktif sebagai arranger penerbitan surat utang. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, perusahaan telah menyelesaikan sekitar tujuh penerbitan obligasi, dan sejumlah penerbitan susulan masih dalam proses.
Wait and See
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






