Emiten Alim Markus Free Float-nya 2,5%, Lagi Penjajakan sama Calon Investor Strategis
JAKARTA, investor.id - PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) mengungkap perkembangan rencana pemulihan kondisi yang menyebabkan suspensi efek perseroan. ALMI belum memenuhi ketentuan saham free float.
Pjs Corporate Secretary ALMI Windy Brigitta Carp menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini perseroan masih terus menjajaki upaya terbaik untuk memenuhi ketentuan free float.
“Perseroan telah melakukan pendekatan dengan beberapa investor yang belum membuahkan kesepakatan,” ungkap Windy dalam keterbukaan informasi, Selasa (3/3/2026).
Karena itu, lanjutnya, perseroan dan pemegang saham pengendali perseroan masih memerlukan waktu dan upaya yang paling tepat bagi perseroan.
“Dalam hal perseroan telah menemukan cara terbaik yang dianggap tepat dalam memenuhi ketentuan free float, maka perseroan akan segera menyampakan informasi tersebut dengan penjelasan detail kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama OJK, BEI, dan publik,” ujar Windy.
Dia menambahkan bahwa terkait pemenuhan free float ada investor dari China yang berminat terhadap perseroan dan telah dilakukan tahap penjajakan awal dengan progres 40%.
Baca Juga:
Beda Taji Emiten Kawasan IndustriSelain itu, satu investor lokal juga berminat. Di mana, kata Windy, perseroan telah melakukan pembahasan dan negosisasi lanjutan dengan calon investor strategis jangka panjang yang tidak terafiliasi dengan perseroan. Progresnya sudah 50%.
Berdasarkan data laporan bulanan registrasi pemegang saham ALMI tercatat jumlah saham free float ALMI hanya 2,5%.
PT Alim Investindo sebagai pengendali menguasai 15,72% saham ALMI. Salah satu penerima manfaat akhir ALMI adalah Alim Markus, bos Maspion Group.
Dalam catatan atas laporan keuangan per 30 September 2025 dijelaskan perseroan mulai berproduksi secara komersial pada Januari 1983 dan pada Oktober 2024 berhenti beroperasi sementara.
Per 30 September 2025, perseroan tidak mempunyai karyawan tetap dan menggunakan karyawan
tidak tetap untuk menunjang kegiatan operasional selanjutnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

