Minggu, 5 April 2026

Musim Laporan Keuangan 2025, Ujian Fundamental Emiten Energi

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Mar 2026 | 13:58 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi energi terbarukan. ( Foto: solarquotes.com.au )
Ilustrasi energi terbarukan. ( Foto: solarquotes.com.au )

JAKARTA, investor.id - Memasuki musim rilis laporan keuangan tahun buku 2025, perhatian pelaku pasar tertuju pada sektor energi. Setelah dua tahun terakhir diwarnai ekspansi agresif dan akuisisi aset hijau, periode ini dinilai menjadi momentum pembuktian fundamental bagi para emiten.

Ekonom dan Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee, menilai kinerja sektor energi saat ini beragam. “Kalau saya perhatikan, sektor energi kinerjanya agak mixed. Ada yang bagus, ada yang tidak. Sangat tergantung pada perusahaannya. Tapi secara umum masih cukup baik,” ujarnya dikutip Jumat (6/3/2026).

Menurut Hans, secara prospek jangka panjang sektor energi tetap menarik, terutama karena meningkatnya kebutuhan listrik global. Ia menyoroti lonjakan konsumsi energi akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

ADVERTISEMENT

“Dunia sedang kekurangan energi. Investasi AI besar sekali, dan kebutuhan listrik AI itu bisa dua sampai lima kali lebih besar dibandingkan aktivitas pencarian biasa. Artinya, kebutuhan energi ke depan akan semakin besar,” katanya.

Terkait energi baru terbarukan (EBT), Hans menilai prospeknya tetap baik dalam jangka panjang karena dorongan global melawan perubahan iklim. Ia mengingatkan bahwa risiko pemanasan global memiliki probabilitas dan dampak yang tinggi, termasuk peningkatan frekuensi bencana. Menurut dia, transisi energi memang diperlukan dan merupakan langkah yang positif.

“Ya itu memang perlu, karena bagus, perlu. Di Indonesia juga kan sempat ada dorongan dukungan dengan tax hijau. Salah satunya mendorong perusahaan-perusahaan energi fosil, batu bara, supaya transform ke energi terbarukan,” katanya.

Menurutnya, perusahaan energi yang bertransformasi ke EBT tetap menarik untuk dicermati, namun investor perlu melihat kinerja secara lebih mendalam.

“Secara penelitian memang ada indikasi perusahaan yang bertransformasi ke EBT kinerjanya lebih baik. Tapi belum tentu karena transformasinya. Bisa jadi karena memang perusahaannya sudah bagus sehingga mampu melakukan transformasi,” ujarnya.

Menjelang rilis laporan keuangan FY2025, Hans menilai kinerja emiten dengan portofolio hijau akan tetap bervariasi. “Kinerjanya beragam, tapi secara umum masih baik,” katanya.

Diketahui, sejumlah emiten di Indonesia yang sebelumnya agresif melakukan diversifikasi ke sektor non-batubara kini memasuki fase konsolidasi. Misalnya PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - dahulu PT Adaro Energy Indonesia Tbk - yang mendorong diversifikasi menuju bisnis yang lebih berkelanjutan.

Langkah transformasi juga terlihat pada PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), yang memperluas portofolio ke pengelolaan limbah dan energi terbarukan, dan kini berfokus pada integrasi serta penguatan kinerja operasional.

Pelaku pasar memperkirakan 2026 akan menjadi fase seleksi alam bagi emiten energi. Perusahaan dengan struktur biaya efisien, leverage terkendali, serta arus kas yang stabil dinilai akan lebih resilien menghadapi dinamika global.

Musim laporan keuangan tahun buku 2025 pun dinilai bukan sekadar agenda rutin, melainkan ujian nyata apakah strategi ekspansi dan transformasi energi benar-benar berbuah pada fundamental yang lebih kuat.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia