Fitch Pertahankan Rating PGN (PGAS) BBB- dengan Outlook Stabil
JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, subholding Gas Pertamina, mempertahankan peringkat kredit investment grade pada level BBB- dengan outlook stabil dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, untuk mata uang asing maupun rupiah.
Penegasan peringkat ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis, kekuatan arus kas, serta posisi strategis PGN sebagai pengelola infrastruktur gas bumi nasional, di tengah dinamika pasar dan penyesuaian outlook terhadap sejumlah korporasi Indonesia setelah perubahan prospek sovereign Indonesia oleh Fitch.
Baca Juga:
Info Dividen Emiten Jagoan Lo Kheng HongDirektur Keuangan PGN, Catur Dermawan menyampaikan bahwa afirmasi rating tersebut menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat global terhadap fundamental bisnis dan stabilitas operasional PGN.
“Penegasan peringkat BBB- dengan outlook stabil mencerminkan ketahanan fundamental PGN yang didukung oleh portofolio infrastruktur gas yang strategis, kinerja operasional yang andal, serta pengelolaan keuangan yang disiplin,” kata Catur dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Sebagai pengelola lebih dari 95% jaringan infrastruktur gas bumi di Indonesia, emiten berkode saham PGAS tersebut memiliki jaringan transmisi dan distribusi gas yang luas dan melayani berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pembangkit listrik, komersial hingga rumah tangga.
Peran tersebut menjadikan PGN (PGAS) sebagai operator infrastruktur energi yang penting dalam sistem energi nasional serta mendukung ketahanan energi domestik.
Pada 2025, PGAS mencatatkan pendapatan sebesar US$ 3,9 miliar dengan EBITDA mencapai US$ 971,2 juta, serta mempertahankan posisi arus kas yang kuat sebesar US$ 1,3 miliar.
Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas keuangan bagi PGAS dalam menjaga stabilitas operasional, sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi di masa mendatang.
Profil keuangan PGAS juga menunjukkan penguatan yang konsisten. Interest coverage ratio meningkat menjadi 17,44 kali pada akhir 2025 dibandingkan 15,83 kali pada tahun sebelumnya, mencerminkan kemampuan EBITDA PGAS dalam memenuhi kewajiban bunga secara sangat memadai.
Selain itu, rasio debt to equity juga membaik menjadi 30,5% dari sebelumnya 34,6%, yang menunjukkan pengelolaan struktur permodalan yang prudent serta disiplin keuangan yang terjaga.
Ke depan, PGAS akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas bumi nasional, integrasi portofolio pasokan gas pipa dan LNG, serta peningkatan efisiensi operasional guna menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas nasional, serta memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan di seluruh Indonesia,” ujar Catur.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






