Sabtu, 4 April 2026

Suhu Panas Bakar Hutan-hutan Australia

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2024 | 23:39 WIB
BAGIKAN
Kebakaran hutan di Taree, New South Wales, Australia pada 11 November 2019. (Foto: Xinhua/Bai Xuefei)
Kebakaran hutan di Taree, New South Wales, Australia pada 11 November 2019. (Foto: Xinhua/Bai Xuefei)

SYDNEY, investor.id – Suhu panas kembali membakar hutan-hutan Australia. Hingga Jumat (23/2), para petugas pemadam kebakaran di negara bagian Victoria dan Tasmania masih kesulitan menghadapi kebakaran di beberapa tempat

Pihak berwenang meminta masyarakat agar segera meninggalkan daerah terdampak, menurut laporan media lokal.

Pihak berwenang setempat di Victoria mengatakan pihaknya telah memperingatkan masyarakat yang tinggal di Bayundeen, Buangor, Glenlogie, Middle Creek, dan Mount Cole untuk segera pergi. Pasalnya, api terus menjalar dan menyebar ke wilayah sekitarnya.

Advertisement

Juru bicara Pusat Pengendalian Negara Luke Hegarty mengatakan api menyebar akibat cuaca ekstrem.

“Kebakaran tentu saja menghasilkan sedikit uap, karena cuaca yang sangat panas dan angin kencang yang kami alami saat ini,” kata Hegarty menurut laporan ABC News, Jumat.

Hingga saat ini tercatat tidak ada korban jiwa di negara bagian tersebu

Sementara itu, pemerintah setempat Pulau Tasmania juga mengeluarkan peringatan darurat kebakaran hutan kepada warga dan mendesak mereka untuk mencari perlindungan secepatnya.

“Kebakaran hutan yang tidak terkendali di Komunitas Dee dan sekitarnya diperkirakan akan membahayakan nyawa dan mungkin menghancurkan rumah-rumah,” unggah pemerintah daerah di situs peringatan Tasmania.

Pihaknya menjelaskan, para petugas pemadam kebakaran sedang merespons beberapa kebakaran hutan di Tasmania selatan dan di beberapa tempat. Termasuk kebakaran di Danau Bradys di Dataran Tinggi Tengah, meski api wilayah tersebut belum dapat dikendalikan.

“Kami memiliki sekitar 20 pesawat, serta 12 awak dari Sustainable Timber Tasmania, dan 10 awak Dinas Pemadam Kebakaran Tasmania di lapangan yang berupaya memadamkan api,” tutur Wakil Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Tasmania (TFS) Matt Lowe.

“Api masih belum bisa dikendalikan, dan petugas menghadapi kondisi sulit di tengah angin kencang dan vegetasi kering,” imbuhnya.

Pihak berwenang juga menutup jalan menuju daerah yang terkena dampak dan mendesak masyarakat untuk menghindarinya, sebab cuaca diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 12 menit yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 30 menit yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 1 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 1 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 2 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 2 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia