Sabtu, 4 April 2026

Menlu Sugiono di PBB: Dunia Perlu Waspadai Ancaman AI Nuklir

Penulis : Grace El Dora
26 Sep 2025 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Suasana saat Menteri Sugiono menghadiri pertemuan dengan tema: Kecerdasan Buatan dan Perdamaian serta Keamanan Internasional di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat, Kamis (25/9/2025). (Foto: ANTARA/ Kuntum Riswan)
Suasana saat Menteri Sugiono menghadiri pertemuan dengan tema: Kecerdasan Buatan dan Perdamaian serta Keamanan Internasional di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat, Kamis (25/9/2025). (Foto: ANTARA/ Kuntum Riswan)

NEW YORK, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyoroti integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistem komando dan kontrol nuklir sebagai sebuah ancaman nyata yang mengintai.

“Indonesia sangat prihatin dengan integrasi kecerdasan buatan ke dalam sistem komando dan kontrol nuklir. Ini bukan fiksi ilmiah. Ini adalah ancaman nyata yang mengintai,” kata Menteri Sugiono pada acara ‘Kecerdasan Buatan dan Perdamaian serta Keamanan Internasional’ di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (25/9/2025).

Menlu menuturkan, dunia sedang menghadapi masalah yang mendesak dan sangat penting akibat implikasi yang melampaui batas-batas negara.

Advertisement

Ini termasuk teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) yang telah melampaui laboratorium dan penggunaan sipil. Bahkan, kini memasuki domain militer dengan sangat cepat, memunculkan harapan sekaligus kekhawatiran mendalam.

“Cara kita mengatur transformasi ini akan menentukan apakah AI akan memperkuat perdamaian atau malah merusaknya,” ucap Menlu Sugiono.

Ia percaya AI memiliki kekuatan untuk menyelamatkan nyawa dengan meningkatkan efisiensi dalam operasi kemanusiaan dan respons bencana. Soal meminimalkan kerugian dalam konflik, Sugiono menuturkan teknologi AI dapat merusak stabilitas jika AI dibiarkan tanpa pengawasan.

“Jika dibiarkan tanpa pengawasan, AI berisiko memperburuk perlombaan senjata, memberi kekuatan kepada aktor non-negara, dan merusak stabilitas regional,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia menyerukan kerja sama yang lebih kuat untuk membangun kapasitas, berbagi pengetahuan, mentransfer teknologi, dan memastikan akses yang setara.

Dirinya mewanti-wanti dunia tidak boleh menanggung akibat dari perbuatan yang ceroboh dan hanya dengan dialog inklusif yang berkelanjutan lah dunia dapat memastikan teknologi AI menjadi kekuatan untuk perdamaian, bukan konflik.

“Marilah kita memastikan AI tetap menjadi pelayan umat manusia, bukan penguasa,” tegasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 12 menit yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 13 menit yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 37 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 51 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia