Nukilan Tarikh, Investasi Hati Hasan Zein Mahmud
Investor.id - Perenungan mantan Dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud, di Yogyakarta tentang kehidupan manusia, gelora cinta, dan emosi, membuahkan sebuah buku apik yang diberi judul Nukilan Tarikh.
Buku ini merupakan kontemplasi dirinya dari kejenuhan karena selama ini lebih banyak menyoroti masalah keuangan, khususnya pasar modal.
"Saya sudah banyak menulis artikel yang lebih mengedepankan aspek intelektual. Buku ini merupakan demensi lain dari diri saya yang terpendam, yang suka menulis, bersajak, dan juga merenungkan aspek kemanusiaan," katanya dalam "Ngopi Sore" secara virtual, Minggu (20/9/2020).
Ia sangat berharap, buku ini bisa membuat pembacanya bergetar. Rasa yang sama ketika ia membaca buku tentang sejarah Islam yang ditulis oleh sahabat-sahabat Rasullulah Muhamad SAW.
Menurut dia, Buku Nukilan Tarikh merupakan investasi hati. "Investasi hati adalah kebajikan. Kebajikan adalah investasi yang tak pernah gagal," ujarnya.
Ia menjelaskan, buku Nukilan Tarikh adalah cerita pendek, sangat ringan tentang sahabat-sahabat Nabi Muhammad yang perlu ditauladani.
Cerita sahabat-sahabat Nabi Muhammad, kata Hasan Zein, telah menarik dirinya dalam dimensi imajiner, menembus ruang dan waktu, masuk ke dalam masa itu, dan membangkitkan gelora emosinya.
Cerita dari sahabat nabi, seperti Umar bin Khattab, sangat mengesankan hatinya. Contoh pemimpin yang perlu diteladani dan begitu menyayangi rakyatnya.
"Kalau rakyat kenyang, saya adalah yang terakhir merasakan kenyang. Sebaliknya kalau rakyat lapar, maka saya harus yang pertama merasakan kelaparan itu," ujar Umar. Kalimat itu membuat emosi Hasan Zein bergetar, karena syarat makna.
Juga cerita seorang ibu yang harus memasak batu untuk menghibur anak-anaknya yang kelaparan hingga anak tersebut tertidur lelap dengan menahan lapar.
Ia sangat berharap cerita-cerita pendek ini bisa menginspirasi, setidaknya menjadi perenungan, dan bisa menggetarkan emosi bagi yang membacanya.
Bagi dia, Islam adalah akhlak, kebajikan. Sayangnya, nilai-nilai luhur itu kini telah tereduksi oleh banyak kepentingan.
Hasan Zein mengatakan bahwa dia bukanlah ahli agama. Jadi buku Nukilan Tarikh semangatnya adalah mengobarkan nilai tentang pentingnya membangun akhlak yang baik.
Menurut dia, jika Islam ingin kembai berjaya maka harus kembali ke akhlak, bukan hadir dalam panji-panji dan bendera-bendera. Sebab, Islam bukan bendera tetapi perilaku yang baik sehingga banyak orang bisa merasakan kehadiran Islam.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba
PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia
Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global
Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Tag Terpopuler
Terpopuler

