Gejolak Energi Global dan Urgensi Ketahanan Energi Indonesia
8 Mar 2026 | 12:44 WIB
JAKARTA, investor.id — Perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel kembali mengingatkan dunia bahwa energi masih menjadi jantung geopolitik global. Konflik di Timur Tengah (Timteng) hampir selalu berdampak jauh melampaui kawasan itu sendiri, karena wilayah Teluk Persia merupakan pusat produksi minyak dan gas (migas) dunia.
Ketika ketegangan militer meningkat dan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz terganggu, pasar energi global segera bereaksi. Harga minyak melonjak, pasokan gas terancam, dan negara-negara di seluruh dunia menghadapi tekanan inflasi baru. Bagi Indonesia, yang sangat bergantung pada impor energi, perkembangan ini bukan sekadar berita luar negeri, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi nasional.

