Saat Harga Emas Bikin Cemas
9 Mar 2026 | 14:45 WIB
JAKARTA, investor.id — Ada masa ketika emas bergerak naik pelan mengikuti inflasi, menutup kecemasan kecil, menjadi “selimut” psikologis dalam portofolio. Tetapi belakangan ini, emas seperti kehilangan rem: melesat agresif, mencetak rekor demi rekor, dan memicu euforia yang mudah menular. Di titik inilah kita perlu menata ulang cara pandang: lonjakan emas bukan sekadar kabar baik bagi pemilik emas, melainkan juga sinyal bahwa ada ketidakpastian besar yang sedang “di-pricing” pasar.
Pada 28 Januari 2026, Reuters melaporkan harga emas spot menembus US$5.200 per troy ounce dan sempat menyentuh sekitar US$5.266, naik lebih dari 20% sejak awal tahun. Financial Times juga mencatat emas melampaui US$5.300/oz dan menekankan pergeseran preferensi investor ke emas di tengah pelemahan dolar serta ketegangan geopolitik.

