Manfaat 7 Bahan Alami untuk Kehamilan dan Pasca Persalinan
JAKARTA, investor.id– Bahan-bahan alami seperti Herbal menjadi pilihan yang aman dikonsumsi oleh para ibu hamil dan pasca persalinan untuk menjaga kesehatan. Tercatat setidaknya ada tujuh herbal atau bahan alami yang biasanya dipakai. Apa sajakah itu?
Herbalis Asri Saraswati Iskandar mengatakan, para wanita pada masa kehamilan maupun pasca persalinan kerap mengalami kondisi yang tidak nyaman, seperti mual dan muntah, edema, dan rasa nyeri pada persendian.
Kondisi inilah yang menyebabkan konsumsi bahan herbal umum dilakukan oleh para wanita sebagai alternatif dari obat konvensional yang seringkali digunakan untuk mengatasi kondisi yang tidak nyaman. Dengan mengetahui manfaat dari bahan-bahan herbal yang akan dikonsumsi akan menjadikannya berfungsi lebih tepat guna.
“Tak hanya mampu membantu mengurangi ketidaknyamanan, bahan-bahan herbal juga dapat memberikan nutrisi seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan selama kehamilan dan pasca persalinan,” ungkapnya di sela virtual media briefing Combiphar Health Desk, Kamis (12/11).
Asri pun menyebutkan setidaknya ada tujuh bahan herbal yang dapat membantu mendukung kesehatan ibu saat kehamilan dan pasca persalinan, yaitu madu, cengkih, jahe, kunyit, temulawak, temu hitam, dan ketumbar.
Lebih lanjut Asri menjelaskan madu memiliki kandungan mineral berupa kalsium, tembaga, mangan, zat besi, fosfor, seng, aluminium. Kandungan zat besi pada madu membantu meningkatkan kadar hemoglobin untuk ibu selama kehamilan dan pasca bedah caesar. Sedangkan Cengkih kaya akan kandungan beta-karoten, zat besi, magnesium, seng, vitamin B6, C, dan K.
Tak hanya itu, perpaduan cengkih, lengkuas, serai dan jahe, dapat meredakan sakit dan nyeri pada persendian dengan cara dioleskan.
Sementara itu, lanjut Asri, jahe mengandung gingerol yang memberikan efek analgesik yang kuat dan sangat membantu untuk radang sendi, menenangkan saraf, serta mengurangi mual. Jahe juga tinggi kalium, tembaga, magnesium, mangan, vitamin B5 dan B6. Kunyit dan temulawak mengandung kurkumin yang dapat melindungi dari anemia dan hipertensi.
Serat tingginya juga mengontrol kadar 'kolesterol jahat'. Kunyit dapat membantu meredakan peradangan yang menyebabkan edema, sekaligus risiko mastitis, juga berfungsi untuk mengobati cedera dalam, jahitan luar dan luka infeksi pasca persalinan. Sementara temulawak - meningkatkan produksi ASI pada masa menyusui.
Untuk temu hitam, Asri menyebutkan kandungan bpinene-nya dapat merelaksasi rahim setelah melahirkan. Ketumbar memiliki kandungan protein, kalsium dan zat besi yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi ASI selama periode menyusui.
“Walaupun berasal dari bahan dan tanaman alami, saat mengkonsumsinya kita tetap harus memperhatikan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh kita. Dengan demikian kita dapat merasakan apakah bahan yang dikonsumsi memberikan efek yang baik bagi tubuh,” tegasnya.
Hal tersebut juga dipertegas oleh Medical Expert Combiphar, dr. Carlinda Nekawaty. Ia mengatakan menyadari kondisi tubuh setelah mengonsumsi madu maupun herbal, sangatlah penting untuk melihat reaksi baik yang kecil maupun besar. Terutama jika sedang dalam kondisi khusus seperti hamil atau menyusui. Sebab, bisa saja menimbulkan risiko terhadap kandungan dan juga bayi.
“1.000 hari pertama kehidupan, termasuk 270 hari di dalam kandungan, merupakan masa penting yang akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan tumbuh kembang bayi di masa depan. Untuk itu, bijak dalam mengutamakan kesehatan selama masa kehamilan dan pasca persalinan harus menjadi prioritas ibu,” tutup dr. Carlinda.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

