Sabtu, 4 April 2026

Target Harga Saham Produsen Sari Roti (ROTI) Dibanderol Rp 1.600, Prospek Gurih

Penulis : Nabil Al Faruq
8 Apr 2022 | 21:15 WIB
BAGIKAN
Pabrik roti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Foto: DAVID GITA ROZA
Pabrik roti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Foto: DAVID GITA ROZA

JAKARTA, investor.id – Prospek bisnis PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) kian gurih tahun ini, seiring mulai beroperasinya pabrik roti baru dan distribusi yang lebih luas. Selain itu, pemulihan ekonomi yang berdampak dibukanya penjualan di sekolah dan perkantoran turut berimbas pada penjualan produk roti dengan merek Sari Roti milik perseroan.

Dalam riset RHB Sekuritas, manajemen ROTI sempat menyebutkan, tingkat penjualan di sekolah dan perkantoran akan menyumbang 20% terhadap pendapatan perseroan seiring adanya pemulihan ekonomi. Adapun hingga Februari 2022, tren penjualan perseroan tumbuh positif.

“Bertumbuhnya bisnis perseroan juga didukung oleh pabrik roti di Banjarmasin yang mulai beroperasi penuh pada akhir 2021. Diharapkan distribusi produk yang lebih besar dapat terus mendukung pertumbuhan anorganik perseroan ke pasar baru,” jelas tim riset RHB Sekuritas.

Perseroan juga berencana melanjutkan ekspansi di Kalimantan dan Sumatera serta penyelesaian pabrik Pekanbaru pada akhir 2022. Secara total, Nippon Indosari memiliki 15 pabrik (termasuk Pekanbaru), sehingga total kapasitas tahunan perseroan mencapai 5,7 juta unit. Manajemen Nippon Indosari meyakini hal tersebut akan cukup untuk mendukung pertumbuhan penjualan hingga 2025.

Meski demikian, tim riset RHB Sekuritas menurunkan target pertumbuhan pendapatan perseroan menjadi 5,7% seiring dengan harga gandum yang lebih tinggi dari perkiraan, yakni melonjak 108% secara yoy dan kenaikan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) yang lebih rendah sebesar 6% dari sebelumnya 8%.

Adapun produktivitas penjualan harian telah melampaui tingkat pra-pandemi kuartal I-2020 dan manajemen yakin akan melihat perkiraan positif pertumbuhan kuartal I-2022 yang didorong oleh perdagangan modern atau pemulihan segmen Modern Trade (MT) dan jangkauan pasar yang lebih luas.

Dengan capaian bisnis yang diperoleh Nippon Indosari Corpindo sejauh ini, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ROTI dengan target harga Rp 1.600. Sepanjang 2021, Nippon Indosari Corpindo atau produsen roti merek Sari Roti ini mencatatkan penjualan Rp 3,29 triliun atau meningkat 2,4% dibanding 2020.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 2 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 2 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 3 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 3 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia