Sabtu, 4 April 2026

Raih US$ 6,2 Juta, Fintech Pebble Siap Sasar Pasar Asia Tenggara

Penulis : Lona Olavia
24 Mei 2022 | 10:05 WIB
BAGIKAN
IST
IST

JAKARTA, investor.id — Pebble meluncurkan aplikasi pertama yang membayar anda untuk menyimpan, membelanjakan, dan mengirim uang anda, semuanya dalam satu dompet digital. Bersamaan dengan peluncuran produk, Pebble juga mengumumkan pendanaan sebesar US$ 6,2 juta untuk memicu pertumbuhan dari Revolusi Uang (The Money Revolution).

Misi Pebble telah menarik dukungan dari Y Combinator, East Ventures, Lightshed Ventures, LD Capital, Soma Capital, Cadenza Capital, Eniac Ventures, dan Global Founders Capital — serta superstar NFL Odell Beckham Jr, penyanyi utama Muse Matthew Bellamy, CEO dari Quantstamp Richard Ma, dan CEO Alt Leore Avidar.

Berlawanan dengan pesatnya perkembangan teknologi, bank tampaknya mengabaikan perkembangan zaman. Bank memberikan bunga yang sangat rendah setiap bulannya, dan turut membebankan biaya yang cukup besar dalam mengakses uang Anda sendiri. Pengalaman keuangan pribadi secara keseluruhan masih terasa sangat kuno.

“Pebble didirikan untuk memperkenalkan standar baru pada keuangan pribadi,” kata Sahil Phadnis, Co-Founder dan Chief Technology Officer Pebble dalam keterangan resmi, Selasa (24/5/2022).

Melalui dompet digital Pebble, pengguna dapat memperoleh 5% keuntungan dari persentase hasil tahunan atau Annual Percentage Yield Rewards dari uang mereka serta cashback sebesar 5% tanpa batas di 55 merchant rekanan, antara lain: Amazon, Domino, AirBnB, Adidas, dan banyak lagi. Selain itu, mereka telah berkolaborasi dengan Mastercard untuk merilis kartu debit yang ramping untuk setiap pengguna.

Pebble menawarkan solusi yang memungkinkan semua keuntungan ini. Saat para pengguna menyetorkan uangnya ke Pebble, Pebble mengubahnya menjadi sebuah mata uang berbasis blockchain dengan nominal US$ yang disebut dengan USDC (US dollar-denominated blockchain-based currency). Kemudian, Pebble akan meminjamkannya ke lembaga keuangan yang terdaftar secara resmi. Teknologi USDC memberdayakan transaksi global tercepat dan termurah, sehingga banyak lembaga keuangan besar di dunia bersedia untuk membayar lebih dalam mengakses stablecoin.

Semua keuntungan ini dapat diakses para pengguna tanpa harus memahami kompleksitas dari kripto. Pebble percaya bahwa adopsi massal dari teknologi blockchain akan terjadi jika para pengguna dapat melihat manfaat kripto sebelum menilai kripto berdasarkan stereotip.

Dengan visi untuk memberdayakan sebanyak mungkin orang secara finansial, Pebble akan menggunakan dana investasi baru ini untuk mendorong ekspansinya ke pasar global. Pebble berencana untuk merilis aplikasinya di Asia Tenggara pada akhir tahun 2022. Meskipun aplikasi Pebble saat ini hanya tersedia di Amerika Serikat, Aaron Bai, co-founder dan Chief Executive Officer Pebble menyatakan bahwa “Komunitas Pebble telah menyatukan orang-orang di seluruh dunia yang bersemangat untuk membangun sistem keuangan berstandar global di blockchain.”

Melalui website Pebble, para pengguna dapat mengumpulkan mata uang open rewards pertama (diberi nama Pebbles) yang bertujuan untuk memudahkan perkenalan ekonomi blockchain bagi para pengguna yang belum memahami kripto. Pebbles belum memiliki nilai atau fungsi apa pun saat ini; namun, Pebbles adalah kunci untuk menyelaraskan insentif tim, investor, mitra, merchant, dan para pengguna untuk membangun ekonomi global baru di atas blockchain secara bersama-sama.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 33 menit yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 51 menit yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 2 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 2 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 2 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 2 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia