Raih US$ 6,2 Juta, Fintech Pebble Siap Sasar Pasar Asia Tenggara
JAKARTA, investor.id — Pebble meluncurkan aplikasi pertama yang membayar anda untuk menyimpan, membelanjakan, dan mengirim uang anda, semuanya dalam satu dompet digital. Bersamaan dengan peluncuran produk, Pebble juga mengumumkan pendanaan sebesar US$ 6,2 juta untuk memicu pertumbuhan dari Revolusi Uang (The Money Revolution).
Misi Pebble telah menarik dukungan dari Y Combinator, East Ventures, Lightshed Ventures, LD Capital, Soma Capital, Cadenza Capital, Eniac Ventures, dan Global Founders Capital — serta superstar NFL Odell Beckham Jr, penyanyi utama Muse Matthew Bellamy, CEO dari Quantstamp Richard Ma, dan CEO Alt Leore Avidar.
Berlawanan dengan pesatnya perkembangan teknologi, bank tampaknya mengabaikan perkembangan zaman. Bank memberikan bunga yang sangat rendah setiap bulannya, dan turut membebankan biaya yang cukup besar dalam mengakses uang Anda sendiri. Pengalaman keuangan pribadi secara keseluruhan masih terasa sangat kuno.
“Pebble didirikan untuk memperkenalkan standar baru pada keuangan pribadi,” kata Sahil Phadnis, Co-Founder dan Chief Technology Officer Pebble dalam keterangan resmi, Selasa (24/5/2022).
Melalui dompet digital Pebble, pengguna dapat memperoleh 5% keuntungan dari persentase hasil tahunan atau Annual Percentage Yield Rewards dari uang mereka serta cashback sebesar 5% tanpa batas di 55 merchant rekanan, antara lain: Amazon, Domino, AirBnB, Adidas, dan banyak lagi. Selain itu, mereka telah berkolaborasi dengan Mastercard untuk merilis kartu debit yang ramping untuk setiap pengguna.
Pebble menawarkan solusi yang memungkinkan semua keuntungan ini. Saat para pengguna menyetorkan uangnya ke Pebble, Pebble mengubahnya menjadi sebuah mata uang berbasis blockchain dengan nominal US$ yang disebut dengan USDC (US dollar-denominated blockchain-based currency). Kemudian, Pebble akan meminjamkannya ke lembaga keuangan yang terdaftar secara resmi. Teknologi USDC memberdayakan transaksi global tercepat dan termurah, sehingga banyak lembaga keuangan besar di dunia bersedia untuk membayar lebih dalam mengakses stablecoin.
Semua keuntungan ini dapat diakses para pengguna tanpa harus memahami kompleksitas dari kripto. Pebble percaya bahwa adopsi massal dari teknologi blockchain akan terjadi jika para pengguna dapat melihat manfaat kripto sebelum menilai kripto berdasarkan stereotip.
Dengan visi untuk memberdayakan sebanyak mungkin orang secara finansial, Pebble akan menggunakan dana investasi baru ini untuk mendorong ekspansinya ke pasar global. Pebble berencana untuk merilis aplikasinya di Asia Tenggara pada akhir tahun 2022. Meskipun aplikasi Pebble saat ini hanya tersedia di Amerika Serikat, Aaron Bai, co-founder dan Chief Executive Officer Pebble menyatakan bahwa “Komunitas Pebble telah menyatukan orang-orang di seluruh dunia yang bersemangat untuk membangun sistem keuangan berstandar global di blockchain.”
Melalui website Pebble, para pengguna dapat mengumpulkan mata uang open rewards pertama (diberi nama Pebbles) yang bertujuan untuk memudahkan perkenalan ekonomi blockchain bagi para pengguna yang belum memahami kripto. Pebbles belum memiliki nilai atau fungsi apa pun saat ini; namun, Pebbles adalah kunci untuk menyelaraskan insentif tim, investor, mitra, merchant, dan para pengguna untuk membangun ekonomi global baru di atas blockchain secara bersama-sama.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence
PTPP memperkuat langkah transformasi bisnis dan fondasi keuangan Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

