Bersiaplah untuk IPO Terbesar Tahun Ini, Tinggal Tunggu Izin OJK
JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan progres dari rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
Menurut Erick, Kementerian BUMN terus mendorong IPO PHE yang bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak. "Jadi, kami sedang menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/5/2023).
Erick menegaskan, IPO anak usaha PT Pertamina (Persero) ini perlu dijalankan guna merespons isu soal transisi menuju energi baru terbarukan (EBT). Sebab EBT hanya bisa diwujudkan melalui dua pendekatan. Pertama lewat kebijakan. Kedua melalui modal.
Sementara itu, berdasarkan laporan Reuters, Pertamina Hulu Energi (PHE) berencana menggelar IPO pada Juni 2023, dengan target dana US$ 1,36 miliar atau sekitar Rp 20 triliun. Jumlah saham yang dilepas ke publik berkisar 10-15%.
Dengan nilai Rp 20 triliun, IPO PHE akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara sepanjang tahun ini. Sebelumnya, PHE menunda rencana IPO pada Februari 2023, karena masalah administrasi.
Nilai IPO PHE bakal melampaui dua raksasa nikel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel Rp 9,9 triliun dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 9,2 triliun. IPO senilai US$ 1 miliar lebih di Indonesia terakhir kali dilakukan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
PHE berencana menggunakan dana hasil IPO untuk meningkatkan produksi minyak melalui akuisisi atau pengeboran sumur baru. Citigroup, Credit Suisse, dan JP Morgan menjadi joint bookrunners IPO PHE bersama BRI Danareksa dan Bank Mandiri, berdasarkan term sheet yang dilihat Reuters.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






