Sabtu, 4 April 2026

Terungkap Penyebab IHSG Hari Ini Turun Tipis

Penulis : Indah Handayani
24 Sep 2025 | 13:12 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) turun tipis sebesar 3,21 poin (0,04%) ke 8.121,98 pada penutupan sesi I, Rabu (24/9/2025). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini melemah karena tertekan sikap The Fed, namun mendapatkan dukungan positif dari proyeksi OECD soal ekonomi Indonesia.

Pilarmas merekomendasikan saham HMSP untuk perdagangan sesi II.

Sebagai informasi, IHSG hari ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) intraday di level 8.169. Rekor tertinggi sepanjang masa intraday IHSG sebelumnya berada di level 8.125,2 yang tercatat kemarin. Level tersebut juga merupakan rekor tertinggi sepanjang masa penutupan.

Advertisement

Pilarmas menjelaskan, sentimen global tampaknya tertekan sikap The Fed yang cenderung berhati-hati dalam kebijakan moneter selanjutnya. “Dalam pidatonya dalam acara Kamar Dagang di Rhode Island, Ketua The Fed Jerome Powell mengambil sikap hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (24/9/2025).

Pilarmas menambahkan, Powell menekankan, jalur penurunan suku bunga masih belum jelas karena The Fed menghadapi tantangan untuk mengekang inflasi sekaligus mendukung pasar tenaga kerja yang melemah. Sehingga ini mendorong aksi jual.

Menurut Pilarmas, pasar memiliki pandangan bahwa sikap Powell tersebut memberikan indikasi akan ketidakpastian terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan di bulan berikutnya dan The Fed dalam menetapkan kebijakan berdasarkan data ekonomi terkini di setiap pertemunnya dengan mempertimbangkan tingginya risiko inflasi dan kondisi ketat pasar tenaga kerja.

Selanjutnya perhatian pasar tertuju sektor manufaktur Jepang berkontraksi pada laju tertajam dalam enam bulan terakhir pada bulan September, sementara pertumbuhan jasa melambat ke level terendah dalam tiga bulan.

“Perusahaan-perusahaan terus menunjukkan kehati-hatian terhadap prospek di tengah ketidakpastian domestik dan perubahan kebijakan perdagangan global,” jelas Pilarmas.

Proyeksi OECD

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 2 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 2 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 3 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 3 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia