Laba Bank Mandiri (BMRI) Capai Rp 44,1 Triliun, Manajemen Beri Penjelasan
JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencetak laba bersih secara bank only pada November 2025 senilai Rp 5,26 triliun atau naik 28,71% month on month (mom). Menjadikan laba bersih sepanjang Januari-November 2025 mencapai Rp 44,15 triliun atau -6,41% year on year (yoy).
Penurunan laba BMRI sebenarnya telah terjadi sejak awal paruh kedua tahun ini. Namun mulai teredam pada dua bulan terakhir sejak turun dalam -10,79% yoy pada September 2025.
Mengacu laporan keuangan Bank Mandiri per November 2025 pada Senin (15/12/2025), sinyal positif pemulihan kinerja perseroan didukung penguatan penyaluran kredit, pertumbuhan tinggi DPK, serta biaya kredit yang rendah. Tapi kinerja margin bunga masih jadi tantangan.
Penyaluran kredit BMRI mencapai Rp 1.451,62 triliun, tumbuh 3,41% mtm dan sebesar 13,10% yoy pada November 2025. Kinerja kredit tumbuh optimal dan bahkan berada di atas sasaran manajemen yang sebesar 8-10% di akhir tahun ini.
Meski begitu, pendapatan bunga hanya naik 9,46% yoy menjadi Rp 111,31 triliun. Sementara beban bunga tumbuh jauh lebih tinggi yaitu 21,65% yoy menjadi sebesar Rp 40,32 triliun. Sehingga pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dikantongi sebesar Rp 70,99 triliun, cuma tumbuh 3,56% yoy.
Kinerja bunga ini juga tercermin dari margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang sebesar 4,22% per November 2025, masih di bawah sasaran manajemen sebesar 4,8-5,0% di akhir tahun ini.
Di sisi operasional lainnya, pendapatan komisi/fee menyokong Rp 18,43 triliun dengan pertumbuhan optimal 15,26% yoy. Beban provisi atau pencadangan juga susut dalam yaitu -36,04% yoy menjadi Rp 4,58 triliun. Kedua pos ini mengambil peran lebih meredam penurunan laba bersih Bank Mandiri.
Penurunan pada pos pencadangan itu ikut terpotret kinerja biaya kredit (cost of credit/CoC) yang turun dalam dari 0,73% menjadi 0,37% per November 2025. Perseroan dalam keterangan resminya juga mengonfirmasi bahwa kualitas aset semakin baik, seperti dilaporkan bahwa kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga rendah di level 0,99% dan pencadangan yang memadai dengan NPL coverage 260%.
Baca Juga:
Akselerasi Pembiayaan Digital, Kopra by Mandiri Hadirkan Fitur Kredit Agunan Deposito (KAD)Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 15,86% yoy menjadi sebesar Rp 1.583,86 triliun. Dengan komposisi giro Rp 583,92 triliun (0,42% yoy), tabungan Rp 540,29 triliun (6,98% yoy), dan deposito Rp 459,63 triliun (63,83% yoy).
Lonjakan tinggi pada dana mahal seperti deposito itu yang menjadi salah satu tantangan bagi bank yang sampai saat ini belum menghasilkan margin bunga yang diharapkan. Sebagai bukti, rasio dana murah (current account saving account/CASA) anjlok dari posisi 79,48% menjadi 70,98% per November 2025.
Tapi berkat DPK yang tumbuh tinggi itu pula likuiditas Bank Mandiri cukup memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 91,65% per November, atau lebih rendah dari posisi ketat 93,88% pada periode sama tahun lalu. Ini tak terlepas dari penempatan dana pemerintah senilai Rp 80 triliun yang dilakukan pemerintah pada 12 September dan 10 November lalu.
Penjelasan Manajemen BMRI
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba
PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia
Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global
Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Tag Terpopuler
Terpopuler






