Sabtu, 4 April 2026

Investor Global Desak BEI Buka Informasi Kepemilikan Saham di Bawah 5%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
1 Feb 2026 | 17:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Investor global meminta Pemerintah Indonesia menurunkan batas keterbukaan kepemilikan saham (disclosure threshold) dari saat ini 5% menjadi 1–2%. Langkah ini dinilai mendesak untuk memperkuat transparansi pasar dan mempersempit ruang gerak praktik manipulasi harga (price manipulation) di bursa domestik.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan dorongan tersebut muncul secara konsisten dalam pertemuan dengan sejumlah investor luar negeri selama dua hari terakhir. Menurutnya, para pemodal menginginkan standar transparansi Indonesia sejajar dengan pasar global, seperti India yang sudah menerapkan batas keterbukaan 1%.

“Di beberapa negara seperti India, keterbukaan itu sudah di level 1%. Investor ingin Indonesia menurunkan batas 5% menjadi 1–2% agar lebih sejalan dengan pasar lain. Dengan keterbukaan lebih awal, aksi penciptaan harga semu akan sangat sulit terjadi karena semua pergerakan investor besar langsung terdeteksi,” ujar Rosan dalam Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Advertisement

Rosan menambahkan, meski investor mengapresiasi rencana kenaikan free float minimum ke 15%, aspek transparansi kepemilikan dianggap lebih krusial untuk mencegah pembentukan harga semu. Ia optimistis respons positif investor terhadap reformasi ini akan menstabilkan pasar mulai Senin esok.

Terkait strategi investasi, Rosan menjelaskan bahwa Danantara memiliki fleksibilitas untuk masuk ke aset publik melalui evaluasi independen. "Kalau pricing menarik, Danantara dapat masuk. Hampir di seluruh bursa dunia, sovereign wealth fund ikut menjadi bagian dari struktur pasar dengan porsi 15% hingga 30%," jelasnya.

Investasi tersebut bahkan berpotensi melibatkan kolaborasi dengan sovereign wealth fund dari luar negeri. Sejalan dengan itu, reformasi pasar juga menyasar pemisahan struktur kepemilikan dan keanggotaan bursa yang saat ini masih didominasi perusahaan sekuritas.

Langkah demutualisasi ini dinilai penting untuk meningkatkan tata kelola dan daya tarik bagi investor institusional global. "Desainnya memang dipisahkan agar struktur bursa lebih transparan dan sehat. Dengan begitu, investor global akan lebih percaya," tegas Rosan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 34 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 47 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 47 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia