Sabtu, 4 April 2026

BRI (BBRI) Januari 2026: Kredit Loncat, Laba Lompat 85,4%

Penulis : Prisma Ardianto
1 Mar 2026 | 18:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan awal tahun yang impresif dengan perolehan laba bersih individual senilai Rp 3,72 triliun pada Januari 2026. Angka ini melonjak 85,40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), didorong oleh pemulihan pendapatan bunga dan efisiensi beban provisi.

Pencapaian laba ini sangat dipengaruhi oleh efek basis rendah (low base effect) pada Januari 2025, di mana saat itu laba BRI sempat tertekan akibat pencadangan besar-besaran untuk program hapus buku kredit UMKM. Sebagai gambaran, laba bersih BRI pada Januari 2025 hanya sebesar Rp 2,00 triliun, merosot dalam 58,34% yoy.

Jika mengacu laporan keuangan BRI pada Minggu (1/3/2026), laba bersih pada Januari 2026 sebenarnya juga tercatat menurun 24,87% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 4,95 triliun.

Memasuki awal tahun 2026, sisi intermediasi menjadi motor utama pertumbuhan. Kredit BRI melompat 11,95% yoy menjadi Rp 1.354,08 triliun. Ini merupakan level pertumbuhan tertinggi dalam 12 bulan terakhir, melampaui guidance tahunan manajemen secara grup yang dipatok di angka 7-9%.

Advertisement

Pendapatan bunga dibukukan Rp 13,24 triliun atau naik 1,90% yoy, meski tumbuh tipis tetapi juga mencatat pertumbuhan tertinggi sejak 12 bulan terakhir. Sementara tekanan beban bunga mulai mereda, dimana telah terjadi penurunan 15,21% yoy menjadi Rp 3,45 triliun.

Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) berhasil dikerek 9,71% yoy menjadi Rp 9,78 triliun.

Kinerja positif itu pada gilirannya ikut mendongkrak margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang naik dari posisi 6,15% pada 1M25 menjadi 6,32% di 1M26. Adapun BRI Grup memasang NIM dapat dijaga dalam di kisaran 7,4% hingga 7,8% untuk tahun 2026.

Selain itu, perolehan komisi/fee pada Januari 2026 mulai tumbuh positif sebesar 3,33% yoy menjadi sebesar Rp 1,65 triliun. Sebelumnya pada tahun lalu, pos ini mencatatkan penurunan hampir sepanjang tahun, kecuali pada Desember.

Pemulihan kinerja juga tecermin dari biaya kredit (cost of credit/CoC) yang turun signifikan dari 5,57% ke level 3,67%. Hal ini dimungkinkan karena beban provisi yang lebih moderat, yakni Rp 4,12 triliun atau turun 26,63% yoy.

Likuiditas Mengetat, Muncul Penawaran Obligasi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 menit yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 27 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 42 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Business 2 jam yang lalu

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence

PTPP memperkuat langkah transformasi bisnis dan fondasi keuangan Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia