Pasar Obligasi Mode ‘Cautiously Optimistic’
JAKARTA, investor.id – Pasar Surat Utang Negara (SUN) diprediksi bergerak dengan sikap waspada namun tetap optimis (cautiously optimistic) menjelang lelang yang dijadwalkan pada Selasa, 3 Maret 2026. Meski dibayangi ketegangan geopolitik global dan revisi outlook negatif dari Moody’s, fundamental pasar SBN dinilai tetap kokoh berkat dominasi investor domestik.
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menjelaskan bahwa revisi outlook dari Moody’s memang memicu kehati-hatian, namun dampaknya relatif terbatas karena struktur kepemilikan SBN kini lebih dominan investor domestik.
“Kondisi tersebut membuat pasar obligasi Indonesia lebih resilien dibanding ketika porsi asing masih besar,” ujar Yusuf kepada Investor Daily, Minggu (1/3/2026).
Di sisi eksternal, volatilitas aset keuangan meningkat akibat tensi negara besar dan konflik global yang berkelanjutan. Menurut Yusuf, situasi ini memaksa investor global untuk lebih defensif dan menuntut premi risiko lebih tinggi pada aset emerging market.
Baca Juga:
Meneropong Pergerakan Rupiah Pekan Depan“Dalam situasi seperti ini, investor global akan lebih defensif dan menuntut premi risiko lebih tinggi untuk aset emerging market, termasuk SBN Indonesia. Dampaknya, yield cenderung bertahan tinggi dalam jangka pendek, terutama jika dolar AS menguat atau risk aversion global meningkat,” ujarnya.
Namun, faktor domestik menjadi penopang utama seiring ekspektasi penurunan suku bunga Bank Indonesia pada semester II/2026. Yusuf melihat investor mulai melakukan positioning pada tenor menengah dan panjang untuk mengunci yield yang masih menarik sebelum siklus penurunan suku bunga dimulai.
Terkait lelang SUN 3 Maret mendatang, permintaan diproyeksikan tetap solid dan berpotensi mencatat oversubscription, meski tidak setinggi awal tahun. Investor dari perbankan dan institusi keuangan domestik diprediksi akan lebih selektif dan meminta concession berupa yield sedikit lebih tinggi guna mengimbangi ketidakpastian global.
Untuk preferensi seri, tenor menengah seperti FR0109 diperkirakan menjadi primadona karena menawarkan keseimbangan terbaik antara yield dan risiko durasi. Sementara itu, seri tenor panjang seperti FR0106 tetap diminati investor jangka panjang, dan SPN tenor pendek menjadi pilihan utama untuk "parkir" likuiditas di tengah gejolak pasar.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global
Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.Tag Terpopuler
Terpopuler






