Minggu, 5 April 2026

Ada Usul agar Harga BBM Naik Bertahap

Penulis : Akmalal Hamdhi / Addin Anugrah Siwi
2 Apr 2026 | 14:26 WIB
BAGIKAN
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA, investor.id – Keputusan pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia dinilai hanya menjadi peredam tekanan jangka pendek. Jika terus dipertahankan, kebijakan ini berisiko memicu lonjakan beban subsidi energi yang dapat mengancam stabilitas fiskal nasional.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengungkapkan bahwa selisih antara harga jual dan harga keekonomian saat ini semakin melebar akibat kenaikan harga minyak global dan pelemahan rupiah. Setiap liter BBM yang terjual membawa beban kompensasi yang harus ditanggung oleh APBN maupun arus kas Pertamina.

“Setiap kali harga BBM ditahan, selisih antara harga jual dan harga keekonomian itu harus ditanggung oleh APBN. Dalam kondisi harga minyak tinggi dan rupiah tertekan, selisih ini bisa melebar dengan cepat,” ujar Yusuf saat dihubungi, dikutip pada Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Saat ini, harga keekonomian Pertamax diperkirakan telah menembus kisaran Rp 15.000 hingga Rp 17.000 per liter. Sementara itu, Pertalite secara keekonomian mendekati Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per liter, dan solar subsidi berada di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per liter.

Yusuf memperingatkan bahwa ruang waktu pemerintah untuk menahan harga sangat terbatas, yakni dalam hitungan bulan. Jika tekanan eksternal terus berlanjut, akumulasi beban subsidi berisiko mendorong defisit APBN mendekati ambang batas aman 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ada Usul agar Harga BBM Naik Bertahap
Risiko Bila Pemerintah Menahan Kenaikan Harga BBM. (INDEF, CORE & berbagai sumber/Diproduksi Gemini AI/DATASATU)

Sebagai solusi, pemerintah disarankan menyiapkan kombinasi kebijakan. Penyesuaian harga BBM dinilai tetap perlu dilakukan, namun secara bertahap untuk memitigasi lonjakan inflasi yang tajam dan menjaga daya beli masyarakat.

“Penyaluran subsidi perlu semakin ditargetkan agar lebih tepat sasaran. Selain itu, pemerintah didorong melakukan evaluasi terhadap program-program belanja besar agar beban penyesuaian tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat,” tambah Yusuf.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) memutuskan tidak mengubah harga BBM per 1 April 2026, meski konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak dunia melampaui US$ 100 per barel. Padahal, asumsi harga minyak dalam APBN 2026 hanya sebesar US$ 70 per barel dengan alokasi subsidi energi Rp 381,3 triliun.

Berdasarkan data Trading Economics pada Kamis (2/4/2026) siang, harga minyak Brent sebesar US$ 107,6 per barel dan WTI sebesar US$ 106,0 per barel, masing-masing melonjak antara 5-6% dalam sehari. Lonjakan ini seiring dengan meredupnya harapan pasar akan penyelesaian konflik di Iran dalam waktu dekat.

Subsidi Energi Ditambah Rp 100 T

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia