Sabtu, 4 April 2026

IHSG Tiarap, Perang Makin Sengit

Penulis : Indah Handayani
2 Mar 2026 | 13:42 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Investor Daily/David Gita Roza
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 131,76 poin atau 1,6% ke level 8.103,71 pada penutupan sesi I, Senin (2/3/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini dan indeks saham Asia kompak tiarap dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pilarmas memaparkan, akhir pekan lalu Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan menutup efektif Selat Hormuz. Iran pun membalas dengan serangan rudal ke aset AS di negara tetangga.

Hal itu, lanjut Pilarmas, meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas dan menekan stabilitas harga energi serta rantai pasok global. Presiden AS Donald Trump bahkan memberi sinyal konflik ini bisa berlangsung hingga empat minggu ke depan.

Advertisement

“Dampak global langsung terasa pada IHSG. Pelaku pasar khawatir ketegangan geopolitik akan membebani fiskal dan moneter domestik, termasuk potensi lonjakan subsidi BBM akibat kenaikan harga minyak,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (2/3/2026).

Meski demikian, Pilarmas menyebut, indikator ekonomi domestik menunjukkan kondisi yang lebih positif. Berdasarkan data Purchasing Managers’ Index (PMI) S&P Global, aktivitas manufaktur Indonesia pada Februari 2026 berada di level 53,8, meningkat dari 52,6 pada bulan sebelumnya.

“Lonjakan permintaan baru mendorong kenaikan produksi, menandakan sektor manufaktur masih berada di zona ekspansi,” tambah Pilarmas.

Data Penting RI

Pilarmas menyebutkan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia Januari 2026 surplus US$960 juta, meski lebih rendah dibandingkan surplus US$2,51 miliar pada bulan sebelumnya.

Di saat yang sama, Pilarmas memaparkan, Inflasi Februari 2026 tercatat 0,68% secara bulanan (MoM) dan 4,76% secara tahunan (YoY). “Angka itu menunjukkan tekanan inflasi masih di atas target Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%,” jelas Pilarmas.

Di pasar saham, sejumlah emiten berhasil mencatat kenaikan signifikan, antara lain OILS, IFSH, APEX, COAL, dan ENRG. Sebaliknya, saham POLI, SKBM, SOTS, ICON, dan JAYA mengalami penurunan terbesar pada sesi I hari ini.

Sementara itu, Pilarmas merekomendasikan saham ANTM untuk posisi beli (BUY) dengan support dan resistance di kisaran 4.400–4.760 untuk sesi II.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 menit yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 27 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 42 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Business 2 jam yang lalu

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence

PTPP memperkuat langkah transformasi bisnis dan fondasi keuangan Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia