Sabtu, 4 April 2026

IHSG Jebol, tapi 5 Saham Melonjak Sampai 34%

Penulis : Erta Darwati
3 Mar 2026 | 16:24 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas didepan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Karyawan melintas didepan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (3/3/2026), ditutup melemah 77,07 poin (0,96%) ke level 7.939,7.

Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham MPOW hingga HUMI dengan lonjakan harga 19% sampai 34%.

Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 29,6 triliun. Sebanyak 362 saham menguat, sedangkan 365 saham turun dan 231 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 44,2 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,9 juta kali.

Advertisement

Mayoritas sektor saham melemah pada penutupan pasar hari ini. Hanya dua sektor yang mengalami penguatan yakni sektor perindustrian sebesar 0,59% dan sektor energi 0,24%.

Sebaliknya, pelemahan melanda sektor barang baku 3,85%, sektor transportasi 2,1%, sektor barang konsumen primer 1,05%, sektor properti 0,87%, sektor infrastruktur 0,86%, sektor teknologi 0,67%, sektor kesehatan 0,35%, sektor keuangan 0,15%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,09%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, dari sisi eksternal, bursa regional bergerak mixed. Pasar global dibayangi kekhawatiran inflasi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Serangan terkoordinasi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap target di Iran, serta meningkatnya ancaman terhadap jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Tidak hanya itu, lanjut Pilarmas, pasar juga mencermati pertemuan tahunan China yang dijadwalkan berlangsung 4–11 Maret. Dalam agenda tersebut, otoritas China diperkirakan menetapkan target ekonomi, menguraikan prioritas kebijakan, serta merilis Rencana Lima Tahun ke-15 untuk periode 2026–2030.

Dari sisi domestik, Pilarmas menjelaskan, tekanan jual masih membayangi IHSG. Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak membuat lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan inflasi domestik.

Kondisi ini dikhawatirkan membebani APBN dan memperlebar defisit, yang pada akhirnya bisa menekan pertumbuhan ekonomi nasional.

Cuan Besar

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 12 menit yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 30 menit yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 1 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 1 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 2 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 2 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia