Harga Emas Melonjak 1%, Pakar Prediksi Bisa Tembus Level Ini
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia kembali melonjak sekitar 1% pada Rabu (4/3/2026) siang, setelah sehari sebelumnya anjlok parah. Penguatan itu terjadi di tengah penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Untuk itu, pakar memprediksi harga emas hari ini bisa menembus level US$ 5.225 per ons troi.
Harga emas hari ini terlihat melonjak 1,68% ke level US$ 5.174,2 per ons troi sasat berita ditulis.
Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menyebut, harga emas masih berada dalam tren bullish meski tanda-tanda pelemahan momentum mulai terlihat dalam jangka pendek. Pada perdagangan sebelumnya, emas sempat turun lebih dari 4% setelah imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 4,059%.
“Kenaikan yield menjadi faktor utama yang menekan logam mulia, karena emas tidak memberikan imbal hasil sehingga kurang menarik saat suku bunga meningkat. Harga emas sempat menyentuh level terendah harian di US$ 4.997 per ons troi sebelum diperdagangkan kembali sekitar US$ 5.104 per ons troi,” tulis Andy dalam risetnya, Rabu (4/3/2026).
Menurut Andy, tekanan harga emas juga terjadi akibat meningkatnya premi risiko utang AS, menyusul eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran, yang mendorong penguatan Dolar AS ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Secara fundamental, Andy menambahkan, pasar memperhatikan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih lama. Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan kebijakan saat ini sudah tepat, sementara pejabat The Fed Kansas City dan Minneapolis menilai inflasi masih tinggi, sehingga kebijakan ketat kemungkinan akan berlangsung lebih lama.
“Sikap ini menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat,” tegas Andy.
Penopang Harga Emas
Selain itu, lanjut Andy, risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi penopang harga emas. Ketegangan, termasuk ancaman penutupan Selat Hormuz dan invasi Israel ke Lebanon selatan, mendorong harga minyak mentah WTI naik hampir 7% ke level 75,8 dolar AS per barel.
“Lonjakan energi ini memunculkan kekhawatiran inflasi, memperkuat Dolar AS, dan menekan emas jangka pendek. Meski demikian, arus safe haven berpotensi membatasi penurunan lebih dalam logam mulia,” papar Andy.
Dari sisi teknikal, Andy menjelaskan, kombinasi pola candlestick terbaru dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish masih ada, meski mulai melemah. Hal ini menandakan fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi beberapa sesi terakhir.
“Dengan struktur harga yang masih di atas rata-rata pergerakan utama pada H1, bias jangka pendek tetap bullish, tetapi potensi koreksi perlu diwaspadai,” jelasnya.
Untuk pergerakan hari ini, Andy memetakan dua skenario. Jika tekanan beli kembali mendominasi dan harga bertahan di atas US$ 5.100 per ons troi, harga emas berpotensi naik ke resistance terdekat di kisaran US$ 5.225 per ons troi.
Sebaliknya, Andy mengatakan, jika gagal mempertahankan momentum, potensi koreksi berada di area US$ 5.086 per ons troi. Penembusan di bawah level ini membuka ruang pelemahan lebih lanjut, seiring dominasi Dolar AS dan imbal hasil obligasi tinggi.
Andy menegaskan, dengan kondisi fundamental yang kompleks antara suku bunga tinggi dan risiko geopolitik, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil. “Investor dan trader disarankan mencermati rilis data PMI Jasa AS serta perkembangan terbaru di Timur Tengah sebagai katalis utama arah harga emas selanjutnya,” tutup Andy.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba
PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia
Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global
Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Tag Terpopuler
Terpopuler





