Sabtu, 4 April 2026

Saham BUMI Ramai Diserok Asing di Harga Bawah

Penulis : Erta Darwati
4 Mar 2026 | 13:34 WIB
BAGIKAN
Wolfram Limited entitas Bumi Resources (BUMI). Foto: Wolfram
Wolfram Limited entitas Bumi Resources (BUMI). Foto: Wolfram

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terpantau banyak diserok asing pada sesi I perdagangan, Rabu (4/3/2026).

Secara teknis, saham Bumi Resources (BUMI) banyak dibeli asing dengan mencatatkan net buy, pada sesi I perdagangan hari ini. Aksi beli ini sempat membuat harga saham BUMI naik 1,59% pada pembukaan perdagangan hari ini.

Meski begitu, saham Bumi Resources (BUMI) ditutup anjlok 7,9% ke harga Rp 232 per saham, pada sesi I perdagangan hari ini.

Advertisement

Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 5,4 miliar saham BUMI ditransaksikan, dengan frekuensi 84,9 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 1,3 triliun.

Data Stockbit mengungkap, saham BUMI banyak dibeli asing posisi pertama pada jeda siang ini, dengan mencatatkan net buy asing dari segi volume paling banyak.

Saham BUMI membukukan beli bersih asing sebanyak 351.433.500 saham. Saham BUMI sendiri saat ini parkir di harga Rp 232.

Adapun ini berbalik dari perdagangan kemarin, Selasa (3/3/2026), saham BUMI banyak dijual asing atau net sell asing mencapai Rp 53,5 miliar.

CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatannya untuk perdagangan Rabu (4/3/2026), target terdekat saham BUMI di harga Rp 260-Rp 268.

Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menyatakan harga saham BUMI memiliki area support di Rp 240-Rp 246.

Saham BUMI ikut anjlok seiring penurunan tajam IHSG pada hari ini. IHSG yang sempat menembus 7.500 dan kini bergerak di bawah 8.000 terkena tekanan global dan domestik yang datang bersamaan.

Analis pasar modal, Hendra Wardana mengatakan dari sisi eksternal, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global. 

“Koreksi IHSG bukan hanya soal perang atau harga minyak semata. Ada faktor teknikal berupa aksi ambil untung setelah reli panjang sejak awal tahun, pelemahan rupiah akibat capital outflow jangka pendek, serta kekhawatiran bahwa lonjakan inflasi energi dapat membatasi ruang pelonggaran suku bunga,” katanya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, kombinasi sentimen eksternal dan domestik inilah yang membuat tekanan pasar terasa lebih dalam dan berlangsung cepat dalam waktu singkat.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 12 menit yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 30 menit yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 1 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 1 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 2 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 2 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia