Saham BUMI Ramai Diserok Asing di Harga Bawah
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terpantau banyak diserok asing pada sesi I perdagangan, Rabu (4/3/2026).
Secara teknis, saham Bumi Resources (BUMI) banyak dibeli asing dengan mencatatkan net buy, pada sesi I perdagangan hari ini. Aksi beli ini sempat membuat harga saham BUMI naik 1,59% pada pembukaan perdagangan hari ini.
Meski begitu, saham Bumi Resources (BUMI) ditutup anjlok 7,9% ke harga Rp 232 per saham, pada sesi I perdagangan hari ini.
Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 5,4 miliar saham BUMI ditransaksikan, dengan frekuensi 84,9 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 1,3 triliun.
Data Stockbit mengungkap, saham BUMI banyak dibeli asing posisi pertama pada jeda siang ini, dengan mencatatkan net buy asing dari segi volume paling banyak.
Saham BUMI membukukan beli bersih asing sebanyak 351.433.500 saham. Saham BUMI sendiri saat ini parkir di harga Rp 232.
Adapun ini berbalik dari perdagangan kemarin, Selasa (3/3/2026), saham BUMI banyak dijual asing atau net sell asing mencapai Rp 53,5 miliar.
Baca Juga:
Menakar Pucuk Harga Saham BUMICGS International Sekuritas Indonesia dalam catatannya untuk perdagangan Rabu (4/3/2026), target terdekat saham BUMI di harga Rp 260-Rp 268.
Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menyatakan harga saham BUMI memiliki area support di Rp 240-Rp 246.
Saham BUMI ikut anjlok seiring penurunan tajam IHSG pada hari ini. IHSG yang sempat menembus 7.500 dan kini bergerak di bawah 8.000 terkena tekanan global dan domestik yang datang bersamaan.
Baca Juga:
Saham BUMI Bersiap ke PucukAnalis pasar modal, Hendra Wardana mengatakan dari sisi eksternal, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global.
“Koreksi IHSG bukan hanya soal perang atau harga minyak semata. Ada faktor teknikal berupa aksi ambil untung setelah reli panjang sejak awal tahun, pelemahan rupiah akibat capital outflow jangka pendek, serta kekhawatiran bahwa lonjakan inflasi energi dapat membatasi ruang pelonggaran suku bunga,” katanya, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, kombinasi sentimen eksternal dan domestik inilah yang membuat tekanan pasar terasa lebih dalam dan berlangsung cepat dalam waktu singkat.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia
Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global
Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Tag Terpopuler
Terpopuler






