Sabtu, 4 April 2026

Masih Awal Maret, Saham Sudah Melejit 311%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Mar 2026 | 08:21 WIB
BAGIKAN
Fanni Susilo. (Linkedin)
Fanni Susilo. (Linkedin)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi terhadap saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) mulai Kamis (5/3/2026) sampai pengumuman lebih lanjut. Itu terjadi karena peningkatan harga kumulatif saham IFSH yang signifikan.

“Dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Ifishdeco (IFSH) di pasar reguler dan pasar tunai,” ungkap pengumuman BEI dikutip Jumat (6/3/2026).

Sebelum disuspensi, saham IFSH melonjak 25% ke Rp 3.250 pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Dalam periode year to date (ytd) alias dari awal Januari sampai awal Maret 2026, saham IFSH ternyata sudah terbang 311,39%.

Advertisement

Adapun berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham IFSH per 28 Februari 2026, salah satu penerima manfaat akhir perseroan adalah Fanni Susilo. Dia merupakan putri dari Harry Susilo pendiri dari Sekar Group.

PT Ifishdeco Tbk (IFSH), emiten di bidang pertambangan nikel  membukukan penjualan bersih konsolidasian sebesar Rp 1 triliun pada 2025, meningkat 2,90% dibandingkan Rp 972,71 miliar pada tahun 2024. 

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan produksi dan penjualan silica dari entitas anak,  PT Hangtian Nur Cahaya. 

Di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas, biaya produksi yang variatif, serta dinamika  
regulasi yang terus berkembang, perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp 291,25 miliar,  
turun 3,46% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Meski demikian, IFISHDECO tetap menunjukkan kinerja operasional yang solid dengan laba usaha sebesar Rp 149,31 miliar, atau sedikit menurun 1,53% dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat signifikan sebesar 7,54% menjadi Rp 154,27 miliar. 

Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 106,52 miliar, tumbuh 6,40% dari Rp 100,11 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, total laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp 107,11 miliar atau tumbuh 6,85% secara tahunan. 

Manajemen menegaskan bahwa kinerja tahun 2025 mencerminkan ketahanan perseroan dalam menghadapi kompleksitas fundamental bisnis di tengah dinamika industri nikel yang terus berkembang.  

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 1 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 1 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 2 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 2 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 3 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia